Banyuwangi, blok-a.com – Kebakaran menghanguskan kandang ayam seluas 6.000 meter persegi di Dusun Jatiluhur, Desa Glagahagung, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Minggu (11/10/2026) dini hari. Sebanyak 28 ribu ekor ayam mati terbakar dalam peristiwa tersebut.
Selain ternak, kebakaran juga menghanguskan bangunan kandang, gudang, dua rumah jaga, serta sejumlah peralatan peternakan. Total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 2,5 miliar.
Kapolsek Purwoharjo, Iptu Agus Suhartono, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Namun, peristiwa tersebut baru dilaporkan kepada petugas sekitar pukul 06.00 WIB.
“Kandang ayam yang terbakar adalah milik Wibi Yogastya (33), peternak asal Dusun Jatirejo RT 01 RW 01, Desa Glagahagung, Purwoharjo. Api diduga berasal dari mesin oven atau pemanas untuk anak ayam yang mengalami korsleting listrik,” jelasnya kepada blok-a.com.
Kebakaran pertama kali diketahui salah satu pegawai kandang, Irwan Nila Gustina (30). Saat itu, ia melihat kobaran api muncul dari bagian belakang kandang sebelah kiri.
Irwan kemudian memberitahu dua rekan kerjanya, Ridwan Arsi Faozan (23), asal Blitar, dan Kevin Meirawan Diputra (23), warga Glagahagung.
“Karena panik, ketiganya kemudian meminta bantuan pekerja kandang di sebelah utara bernama Dika,” imbuh Agus.
Dika selanjutnya menghubungi pemilik kandang. Pemilik kemudian meminta bantuan petugas pemadam kebakaran sekaligus melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Purwoharjo.
Api dengan cepat merambat ke seluruh bangunan. Letak dua kandang yang berdekatan, serta keberadaan gudang dan rumah singgah berbahan kayu dan bambu, membuat api mudah menjalar. Dinding kandang yang terbuat dari bambu turut mempercepat penyebaran api.
Kondisi semakin parah setelah tong berisi bahan bakar solar dan oli bekas di dalam gudang meledak.
“Situasi semakin parah setelah tong berisi bahan bakar solar dan oli bekas di dalam gudang meledak, sehingga api membesar dan melahap seluruh lokasi,” bebernya.
Warga sekitar yang melihat kepulan asap tebal turut berdatangan untuk membantu memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.30 WIB setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan dari Damkar Bangorejo dan Batalyon TP 538/PTA Banyuwangi. Proses pemadaman juga dibantu anggota Polsek Purwoharjo, Koramil, dan warga setempat.
Agus memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, seluruh bangunan kandang seluas 6.000 meter persegi hangus terbakar, termasuk gudang dan dua rumah jaga.
Sebanyak 28 ribu ekor ayam juga mati terbakar. Rinciannya, 11 ribu ekor ayam berusia satu hari di kandang sebelah barat dan 12 ribu ekor ayam berusia dua hari di kandang sebelah timur, serta ribuan ekor lainnya.
Sejumlah peralatan peternakan turut hangus, meliputi 18 unit blower berukuran 50 inci, satu unit genset berkapasitas 10.000 watt, stok pakan, peralatan ternak, serta bahan bakar solar.
“Total kerugian ditaksir sekitar Rp 2,5 miliar,” ujar Agus.
Petugas yang mendatangi lokasi antara lain personel Polsek Purwoharjo, Wadanyon TP 538/PTA Mayor Inf. Tiko Ghazistandi, Babinsa Serma Winarno dan Sertu Irwan, serta Kepala Dusun Jatiluhur, Anton Sujarwo.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran.
“Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting pada mesin pemanas ayam, diperparah kondisi bangunan yang mudah terbakar dan kesulitan air akibat musim kemarau panjang,” pungkasnya. (kur/bob)






Media Sosial