Operasi Pasar Murah di Pasda Srono Banyuwangi Kecewakan Puluhan Emak-emak

Puluhan emak-emak mengatre beli beras di gelar Pasar Murah yang bertempat di area Pasda Srono, Jumat (8/12/2023).(blok-a.com/Kuryanto)
Puluhan emak-emak mengatre beli beras di gelar Pasar Murah yang bertempat di area Pasda Srono, Jumat (8/12/2023).(blok-a.com/Kuryanto)

Banyuwangi, blok-a.com – Operasi Pasar Murah yang digelar oleh Bulog Banyuwangi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, dikeluhkan oleh puluhan emak-emak.

Pasalnya, jadwal operasional serta komoditas barang yang dijual di Pasar Murah yang ditempatkan di area Pasar Daerah (Pasda) Srono tersebut tidak sesuai dengan apa yang diharapkan warga.

Dari data yang diperoleh blok-a.com, gelar operasional Pasar Murah tersebut dimulai pukul 07.00 WIB, dengan 5 komoditas barang yang dijual, di antaranya: Satu paket beras medium 5 Kg dengan harga Rp 51 ribu/5 Kg; Gula manis kita, Rp 14 ribu/Kg; MinyaKita Rp 13 500/Kg; Beras Fortivit Rp 16 ribu/Kg; dan tepung terigu Sania Rp11 ribu/Kg.

Salah satu emak-emak warga Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, berinisial KTK (50) mewakili puluhan rekannya, mengaku merasa kecewa dengan gelar tersebut. Lantaran tidak sesuai dengan apa yang disampaikan pada masyarakat.

“Saya bersama puluhan teman-teman, datang ke tempat digelarnya operasional Pasar Murah sejak pukul 06.30 WIB. Tetapi kenyataannya, kedatangan tim Bulog Banyuwangi justru pada jam 09.00 WIB, dengan satu mobil pikap boks, yang hanya berisi puluhan paket beras 5 Kg,” sesal KTK.

“Kalau tahu seperti ini, buat apa kami harus capek-capek datang ke Pasar Srono sejak pagi. Jika dibeli hanya dua paket beras 5 Kg, sedang komoditas barang lainmya, yang sudah disampaikan ternyata tidak ada,” sambung KTK.

Sementara itu, salah seorang petugas gelar operasional Pasar Murah dari Bulog Banyuwangi, Rudi saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, bahwa komoditas barang lainnya sebetulnya bisa dibeli sehabis Salat Jumat.

“Yang kami jual di sini, hanya paket kemasan beras 5 Kg. Tiap warga hanya bisa membeli dua paket dengan harga Rp 51 ribu/kemasan, sedang untuk komoditas lainya sehabis Salat Jumat,” ujar Rudi.

“Bagi yang ingin membeli komoditas barang lainya, nanti siang bisa mendatangi di area Masjid Al Hikmah di Desa benculuk,” dalih Rudi pada puluhan emak-emak sambil melayani pembeli.

Terpisah, saat blok-a.com menghubungi salah satu TPID, yakni Kepala Bidang (Kabid) Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan bidan Pasar, Banyuwangi, Nawari.

Terkait permaslahan tersebut, dia menjelaskan bahwa gelar Pasar Murah adalah kewenangan Kabid Perdagangan.

“Maaf ya, gelar Pasar Murah bukan kewenangan kami, Kabid Bidang Pasar, tetapi kewenangan Kabid Perdagangan, Pak Agus, bapak bisa minta konfirmasi pada beliau,” terang Nawari melalui sambungan telepon. (kur/lio)

Exit mobile version