Jember, blok-a.com – Dalam upaya untuk mengurangi ketergantungan petani kopi terhadap tengkulak dan meningkatkan harga jual yang maksimal, Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Pemerintah Kabupaten Jember menggelar ‘Jatim Coffee and Trade Fest 2024’ di Kabupaten Jember.
Menurut Heru Satriyo, Ketua Koodinator Wilayah (Korwil) MAKI Jatim, acara ini bertujuan untuk membimbing petani kopi menjadi lebih mandiri melalui workshop pemasaran daring, pengemasan, dan ilmu dari hulu hingga hilir dunia kopi.
“Ada kegiatan workshop dimana para petani kopi diajari pemasaran daring, bagaimana pengemasannya, hingga ilmunya dari hulu dan hilirnya dunia kopi,” ucap Heru, Kamis (23/5/2024).
Acara ini menampilkan pameran, atraksi menarik, lomba mewarnai, kompetisi fesyen, kompetisi komedi, kompetisi musik, serta sertifikasi barista, prosesor, dan asesor kopi.
Sementara, Bupati Jember, Hendy Siswanto, menyambut baik inisiatif MAKI Jatim ini sebagai solusi untuk meningkatkan perekonomian petani kopi lokal Jember.
“Ada alasan kuat mengapa di Jember lah berdiri Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, karena di sini tanahnya sangat potensial dan Jember penghasil kopi terbaik hingga saat ini,” ujar Hendy.
Bupati Hendy juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Jember memiliki lahan tanaman kopi seluas 18 ribu hektare yang menghasilkan 11.700 ton pertahunnya.
“Kami terus meningkatkan kualitas SDM dan ekonomi petani kopi lokal,” pungkas Hendy.(sup)
