PSHT Bali Raih Juara Umum I Kompetisi Banyuwangi Silat On The Beach 2024

PSHT Bali raih juara umum I di Kejuaraan Banyuwangi Silat On the Beach, di Pantai Boom Marina Banyuwangi, Minggu (30/6/2024).(blok-a.com/Kuryanto)
PSHT Bali raih juara umum I di Kejuaraan Banyuwangi Silat On the Beach, di Pantai Boom Marina Banyuwangi, Minggu (30/6/2024).(blok-a.com/Kuryanto)

Banyuwangi, blok-a.com – Minggu (30/6/2024) menjadi puncak gelar Kejuaraan Banyuwangi Silat On the Beach, di Pantai Boom Marina Banyuwangi, yang diselenggarakan sejak Jumat (28/6/2024).

Sebanyak 305 pesilat dari 18 perguruan silat turut ambil bagian dalam kompetisi ini.

Seluruh peserta berasal dari berbagai daerah. Di antaranya Jember, Bali, Pasuruan, Lamongan, dan Magetan.

Dalam kompetisi Silat On The Beach, yang memperebutkan Piala Bupati Banyuwangi tersebut, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Bali berhasil meraih Juara Umum I.

Dengan berlatar panorama selat Bali, sebelumnya seluruh pesilat unjuk kebolehan. Mereka saling bersaing di kategori seni tunggal, seni ganda, dan tanding.

PSHT Bali raih juara umum I di Kejuaraan Banyuwangi Silat On the Beach, di Pantai Boom Marina Banyuwangi, Minggu (30/6/2024).(blok-a.com/Kuryanto)

Selain itu, kompetisi ini diharapkan dapat menjadi tonggak awal dalam upaya mengembangkan dan mempopulerkan pencak silat di kalangan generasi muda. Serta meningkatkan kualitas dan daya saing atlet lokal di tingkat nasional dan internasional.

Dengan antusiasme yang tinggi dari para peserta dan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah, Kejuaraan Kompetisi Silat on the Beach 2024 di Banyuwangi ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi agenda tahunan yang dinanti-nantikan.

Manajer tim pencak silat, Saiful Huda mengungkapkan rasa puas dan bangganya terhadap prestasi gemilang yang diraih oleh para atletnya dalam kejuaraan Banyuwangi Silat on the Beach.

“Tim ini berhasil menjadi Juara Umum I dengan torehan 21 medali emas, 11 perak, dan 10 perunggu dari 42 atlet yang di bawa pada kejuaraan ini,” ujar Saiful Huda.

Menurut Saiful, prestasi yang diraih merupakan bukti kerja keras dan dedikasi para atlet serta dukungan tim pelatih.

Keberhasilan ini juga menunjukkan, bahwa pencak silat sebagai olahraga tradisional Indonesia yang mampu bersaing dan berkembang dengan baik.

Kejuaraan Silat on the Beach diharapkan dapat terus menjadi agenda rutin yang memberikan kesempatan bagi para atlet untuk mengasah kemampuan dan meraih prestasi lebih tinggi lagi di masa depan.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani sebelum menutup acara tersebut dalam sambutannya menyampaikan harapan besar agar kejuaraan ini dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda lainnya.

Bupati Ipuk juga menekankan pentingnya semangat sportivitas dan kerja keras dalam meraih prestasi.

“Kami berharap kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai inspirasi bagi generasi muda untuk terus berjuang dan mengembangkan bakat mereka di bidang olahraga,” kata Ipuk Fiestiandani.

Lebih lanjut, Bupati Banyuwangi juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya kejuaraan tersebut, termasuk para panitia, sponsor, dan seluruh peserta.

“Tanpa dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak, acara ini tidak akan berjalan dengan sukses. Kami sangat mengapresiasi kerja keras dan dedikasi yang telah diberikan,” tandasnya.

Dengan ditutupnya kejuaraan ini, diharapkan semangat kompetisi dan kebersamaan terus terjaga.

“Agar terus muncul lebih banyak lagi atlet-atlet muda berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah dan bangsa di kancah nasional maupun internasional,” pungkas Ipuk Fiestiandani.

Dari pantauan blok-a.com, upacara penutupan yang dihadiri oleh para atlet, pelatih, dan masyarakat setempat tersebut berlangsung dengan meriah. (kur/lio)

Exit mobile version