Jember, blok-a.com – Semangat kebersamaan dan keceriaan mewarnai pelaksanaan Tanggul-Jember Tradisional (Tajemtra) yang berlangsung meriah pada Sabtu (31/8/2024).
Ribuan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur dan bahkan luar Jawa, bersemangat mengikuti lomba gerak jalan sepanjang 30 kilometer ini.
Tajemtra, yang pertama kali digelar pada 1977 di masa pemerintahan mantan Bupati Jember Abdul Hadi, telah menjadi tradisi tahunan yang tak terpisahkan dari Kabupaten Jember.
Event ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sebagai wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan mempromosikan potensi wisata di Jember.
Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Jember KHMB Firjaun Barlaman turut serta dalam Tajemtra, berjalan sepanjang 30 kilometer bersama para ASN Pemkab Jember.
“Alhamdulillah Tajemtra terus lestari hingga kini, inilah ikon Kabupaten Jember, kebanggaan kita semua. Tajemtra dapat sehatnya, menggerakkan perekonomian juga,” ujar Hendy di sela-sela perjalanannya.
Tahun ini, Tajemtra diikuti oleh 15.155 orang peserta, yang tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari Bondowoso, Situbondo, Lumajang, Banyuwangi, bahkan dari Bandung, Bogor, dan Samarinda.
“Ini menunjukkan bahwa Tajemtra telah menjadi event yang dikenal luas dan diminati oleh banyak orang,” ungkap Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo.
Edy Budi menambahkan bahwa panitia telah mempersiapkan beragam hadiah menarik untuk para peserta.
“Hadiahnya paket umrah untuk 2 pemenang dan banyak hadiah hiburan lainnya. Jika ditotal, hadiah yang disediakan sebesar Rp250 juta,” terangnya.
Salah seorang peserta dari grup Royal Community Ledokombo, Haryadi, mengaku senang mengikuti Tajemtra.
Royal Community Ledokombo merupakan peserta kelompok pada Tajemtra kali ini. Kelompok ini berjumlah 70 orang, tampil dengan gerakan menarik dan rapi yang cukup panjang.
“Senang bisa ikut Tajemtra, bangga juga, dan pastinya sehat. Kalau urusan hadiah, itu keberuntungan, yang penting kita guyub rukun semua warga Jember,” pungkas Haryadi.(sup)
