Apa Tirakat Terberat Untuk Manusia? Ini Jawaban Gus Baha

Bahaudin Nursalim (Gus Baha).

Blok-a.comGus Baha dengan tegas menyatakan bahwa salah satu bentuk tirakat yang terberat bagi seorang Muslim bukanlah berpuasa sunah atau melaksanakan ibadah sunah lainnya sebanyak-banyaknya.

Tirakat terberat adalah menahan diri dari maksiat. Ia menerangkan, menjauhi segala bentuk pelanggaran terhadap ajaran agama merupakan tantangan yang jauh lebih sulit daripada melaksanakan ritual-ritual spiritual lainnya.

“Saya mohon biasa saja, yang penting jangan maksiat”, terang Gus Baha seperti dikutip dari video unggahan akun Santri Muda Gus Baha (https://www.youtube.com/watch?v=v4HdiV4tnoc).

Menurut Gus Baha, para ulama memiliki tanggung jawab untuk tidak mewajibkan hal-hal yang sebenarnya tidak diwajibkan oleh agama, karena hal itu merupakan tugas yang sangat berat.

Mengenai maksiat, Gus Baha menjelaskan bahwa perilaku tersebut merupakan satu-satunya yang secara tegas dilarang oleh ajaran Islam.

Berbuat maksiat berarti menentang perintah langsung dari Allah SWT dan membawa diri sendiri ke dalam dosa.

Dalam pandangan Gus Baha, tirakat yang paling utama adalah menjaga hati dan pikiran agar tetap suci dari segala bentuk kemaksiatan.

Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang beragam, seperti berzikir kepada Allah SWT secara rutin, membaca Al-Qur’an, serta mendalami ilmu agama secara kontinu.

Bagi Gus Baha, menjaga hati dan pikiran dari kemaksiatan adalah kunci utama dalam mencapai ketaqwaan kepada Allah SWT. Dia meyakini bahwa ketaqwaan merupakan tujuan akhir dari setiap bentuk tirakat yang dilakukan oleh seorang Muslim.

Dengan menghadirkan kesadaran akan kehadiran Allah dalam setiap langkah dan tindakan, seorang Muslim dapat mencapai kedamaian batin dan keberkahan dalam kehidupannya.

Tirakat bukanlah sekadar rangkaian ritual formal, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang membutuhkan perubahan batiniah dan peningkatan kualitas iman. Menahan diri dari maksiat bukanlah perkara mudah, tetapi memiliki nilai pahala yang besar di sisi Allah SWT.

“Makanya, saya memiliki guru yang tidak suka melihat santrinya tirakat untuk berpuasa. Perkara sunah itu dikerjakan boleh, tidak pun tidak apa-apa,” ungkap Gus Baha

Apalagi jika tirakat dengan ibadah sunah akhirnya nanti disalahpahami hingga menjadi seolah-olah ibadah wajib.

“Ciri khas ulama adalah tidak sampai mewajibkan hal yang tidak wajib. Itu berat,” terangnya.

Exit mobile version