Pentingnya Jaga Komunikasi dengan Anak untuk Deteksi dan Cegah Bullying

bullying, bullying anak
Ilustrasi.(Shutterstock)

Banyuwangi, blok-a.com – Aksi perundungan (bullying) pada remaja akhir-akhir ini marak terjadi di lembaga pendidikan, baik formal maupun non formal. Hal itu pun menjadi perhatian dan perbincangan berbagai kalangan.

Dokter Klinik Psikiatri RSUD Blambangan, dr. Agustina S Jenny SpKJ (K) saat tanya jawab di salah satu Stasiun Radio FM di Banyuwangi menyampaikan, aksi perundungan lebih banyak menimpa orang yang dianggap lemah.

“Aksi perundungan mencakup segala tindakan kekerasan fisik, mental, emosional, dan sosial terhadap orang yang dianggap lemah,” kata dr. Agustina S Jenny, Selasa (27/2/2024).

Menurutnya, biasanya aksi tersebut dilakukan oleh sekelompok orang. Sehingga menimbulkan dampak yang penuh dengan tekanan terhadap korbannya.

“Seperti yang akhir-akhir ini banyak terjadi di lembaga pendidikan, hal ini membutuhkan dukungan dan respon yang tepat dari orang terdekat korban. Baik dari pihak orang tua maupun dari pihak tenaga pendidik,” terangnya.

Yang patut disayangkan, tidak sedikit, baik dari pihak orang tua maupun pendidik banyak yang kurang memahami secara serius dampak adanya permasalahan tersebut, sehingga mereka menanggapi dengan ala kadarnya.

Lebih lanjut dr. Agustina menambahkan, dengan menganggap adanya keluhan anak-anak yang menjadi korban perundungan sebagai hal yang wajar, membuat fenomena ini ibarat seperti sebuah gunung es, yang bisa mencair kapan pun.

“Sebab, adanya sikap yang menganggap tidak serius atau malah mengabaikan keluhan anak yang menjadi korban perundungan, akan berdampak fatal pada anak tersebut,” tegasnya.

Ia mengatakan, pencegahan aksi perundungan dapat dilakukan dari lingkungan terkecil. Yakni diawali dari keluarga inti, disusul dengan pergaulan dengan teman-temannya di lingkungan sekitar, selanjutnya dengan masyarakat luas.

“Sebagai orang tua kita harus peka terjadap perubahan perilaku anak sedini mungkin. Sebab jika dibiarkan, anak yang menjadi korban perundungan sejak kecil dapat memendam hingga dia menjadi dewasa,” ujarnya.

Menurutnya, hal ini bisa merusak kesehatan mental mereka. Orang tua juga harus berkomunikasi yang baik dengan anak. Salain itu, penting untuk mendidik anak sesuai dengan perkembangan usianya.

“Dengan memahami serius, dan merespons dengan cepat bila adanya kasus perundungan, diharapkan nantinya dapat menciptakan lingkungan yang aman dalam mendukung anak-anak untuk tumbuh dan berkembang secara sehat,” pungkas dr. Agustina S Jenny. (kur/lio)

Exit mobile version