Rahasia Sabar Gus Baha dan Tak Pernah Marah ke Istri

KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha (foto: Wikimedia)

Blok-a.comGus Baha, seorang ulama yang dikenal dengan ceramah-ceramahnya yang menginspirasi. Kali ini berbagi kisah tentang hubungan rumah tangga, yang ternyata melibatkan istri Gus Baha sendiri, Ning Winda.

Pelajaran ini diunggah dalam sebuah video YouTube oleh Manah Salim.

Suatu hari, Gus Baha ditanya oleh istrinya, Ning Winda. Pertanyaan ini muncul karena Ning Winda merasa penasaran dengan sikap Gus Baha yang selalu sabar dan tidak pernah memarahi atau menegurnya selama dalam rumah tangga.

“Gus, kenapa kamu tidak pernah memarahi atau menegur aku?” Gus Baha mencontohkan pertanyaan yang ditanyakan istrinya.

Tetapi jawaban yang diberikan Gus Baha sungguh di luar dugaan. Gus Baha tidak pernah menegur atau memarahi istri karena dia merasa bersyukur kepada Allah atas ketakwaan istri yang selalu menjalankan ibadah.

“Bagaimana aku harus memarahimu, sedangkan kamu masih menyempatkan diri bersujud kepada Allah? Melihat kamu sujud kepada Allah saja sudah membuatku merasa bersyukur dan tidak pantas memarahimu,” jawab Gus Baha.

Dalam jawabannya yang sederhana, Gus Baha mengungkapkan bahwa kehadiran istri yang taat dalam beribadah merupakan hal yang sangat berharga baginya. Ini adalah cerminan dari sikap saling menghormati dan menghargai dalam hubungan rumah tangga.

Lebih jauh, respons Gus Baha menunjukkan pentingnya komunikasi yang baik dalam rumah tangga. Dia tidak hanya diam tanpa alasan, tetapi dengan bijaksana menjelaskan alasan di balik sikapnya tersebut kepada istrinya. Ini adalah contoh dari komunikasi yang penuh pengertian dan empati.

Kisah inspiratif Gus Baha ini menjadi pembelajaran bagi banyak pasangan rumah tangga. Sikap saling menghargai, memahami, dan bersyukur atas kehadiran pasangan merupakan kunci dalam membangun hubungan yang harmonis.

“Sikap dalam rumah tangga adalah cerminan dari iman kita. Dengan saling menghormati dan mendukung, kita dapat mendekatkan diri kepada keberkahan Allah SWT,” tegas Gus Baha.

Saking sabarnya, bahkan suatu hari, sang istri berkata kepada Gus Baha, “Gus, saya itu kalau marah, mbok yo dilawan gitu.”

Gus Baha kemudian menjawab dengan penuh kebijaksanaan. “Allah Subhanahu wa Ta’ala itu Maha Baik kepada saya. Kalau kamu marah, saya marah, saya tidak dapat pahala.”

Lebih lanjut, Gus Baha menjelaskan bahwa kemarahan sang istri adalah cara Allah memberikan pahala kepadanya. “Maka jika kamu marah, itulah cara Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan pahala kepada saya dengan cara cuma-cuma,” pungkasnya.

Exit mobile version