Banyuwangi blok-a.com – Komitmen Lempaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi mewujudkan bersih dari barang terlarang kembali ditunjukkan. Puluhan kamar hunian warga binaan digeledah secara mendadak dalam razia gabungan skala besar pada Selasa (22/09/2026).
Operasi yang digelar pada malam hari tersebut melibatkan lebih dari seratus personel gabungan. Unsur yang diterjunkan terdiri dari Kodim 0825 Banyuwangi, Polresta Banyuwangi, Kompi 4 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Jatim, BNNK Banyuwangi, serta jajaran petugas Lapas Banyuwangi.
Razia dipimpin langsung Kepala Lapas Kelas IIA Banyuwangi, Solichin. Sedikitnya 40 kamar hunian warga binaan disisir satu per satu. Sasaran utama penggeledahan adalah peredaran telepon genggam, narkotika, serta benda-benda lain yang dilarang dan berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
“Penggeledahan gabungan ini merupakan langkah preventif sekaligus komitmen nyata kami untuk memastikan Lapas Banyuwangi benar-benar bersih dari handphone, peredaran gelap narkoba, maupun benda-benda berbahaya lainnya,” ujar Solichin.
Selama kurang lebih tiga jam, petugas gabungan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan humanis, baik terhadap penghuni maupun setiap sudut ruangan kamar. Seluruh proses berjalan tertib dan kondusif.
Dari hasil penyisiran, petugas tidak menemukan adanya telepon genggam maupun narkotika. Petugas hanya mengamankan sejumlah barang yang dinilai berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib). Barang-barang tersebut selanjutnya didata untuk dimusnahkan.
“Handphone dan narkoba alhamdulillah nihil. Barang yang kami amankan merupakan barang yang disinyalir dapat mengganggu keamanan,” ungkap Solichin.
Tidak hanya penggeledahan kamar, kegiatan juga dilengkapi dengan tes urine secara acak kepada sejumlah petugas dan warga binaan. Hasilnya, seluruh sampel yang diperiksa dinyatakan negatif narkoba.
“Dari penggeledahan kurang lebih tiga jam, kita pastikan tidak ada temuan handphone maupun narkoba. Hasil tes urine acak terhadap petugas dan warga binaan juga seluruhnya negatif. Ini semakin mempertegas komitmen kita bahwa tidak ada peredaran narkoba di dalam Lapas Banyuwangi,” tegasnya.
Solichin menambahkan, pihaknya akan terus memperkuat sinergi lintas aparat penegak hukum dan meningkatkan intensitas razia insidentil secara berkala. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kondusivitas serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bersih dari narkoba. (kur)
