Ikut Aktif Cegah DBD, PMI Banyuwangi Lakukan Fogging di Sekolah dan Pemukiman Warga

Petugas Sub Divisi Penanggulangan Bencana (Subvi PB) PMI Banyuwangi, saat melakukan fogging di SMPN 3 Rogojampi, Rabu (8/5/2024).(blok-a.com/Kuryanto)
Petugas Sub Divisi Penanggulangan Bencana (Subvi PB) PMI Banyuwangi, saat melakukan fogging di SMPN 3 Rogojampi, Rabu (8/5/2024).(blok-a.com/Kuryanto)

Banyuwangi, blok-a.com – Antisipasi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Banyuwangi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah saja, melainkan juga dari berbagai pihak. Termasuk masyarakat dan juga PMI Banyuwangi.

Sebagai salah satu wujud peran aktif PMI dalam pencegahan DBD, Sub Divisi Penanggulangan Bencana (Subvi PB) PMI Banyuwangi melakukan kegiatan fogging di SMPN 3 Rogojampi, Rabu (8/5/2024).

Dari pantauan blok-a.com, nampak petugas dari PMI melakukan pengasapan di beberapa tempat dan seluruh ruangan yang ada di sekolah.

Kasubvi PB PMI Banyuwangi, Andri Kusuma menjelaskan, pihaknya turut serta melaksanakan tindakan pencegahan DBD di beberapa tempat.

“Sebab, upaya pencegahan penyeberan DBD bukan hanya menjadi tanggung jawab instansi kesehatan saja, tetapi juga harus menjadi perhatian seluruh lintas sektor, termasuk PMI, sekolah, pelajar dan masyarakat,” tegas Andri Kusuma.

Menurutnya, langkah-langkah pencegahan DBD dengan melakukan fogging tidak hanya terbatas di sekolah saja, tetapi juga dilakukan di berbagai tempat dan pemukiman warga.

“Dengan melakukan upaya pengasapan tersebut, kami berharap agar dapat membantu mengurangi resiko penyebaran nyamuk Aedes Aegypti, vektor penyakit DBD,” harapnya.

Lebih lanjut Andri Kusuma menjelaskan, dengan adanya peran aktif PMI dalam pencegahan DBD, hal ini menunjukan betapa pentingnya kolaborasi antar lintas sektor dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat.

Dengan melibatkan berbagai pihak, diharapkan antisapasi penyebaran penyakit DBD di Banyuwangi mampu lebih efektif dan terarah.

“Melalui kerjasama yang solid antara Pemerintah dan lembaga non Pemerintah serta masyarakat. Mudah-mudahan di masa yang akan datang Banyuwangi bisa menjadi daerah yang bebas dari penyakit DBD,” pungkas Andri Kusuma. (kur/lio)

Exit mobile version