Jari Tangan Mendadak Kaku & Nyeri? Waspada Gejala Trigger Finger

Dokter spesialis anestesi, RSUD Genteng, dr. Yanuarning tyas, saat melakukan pemeriksaan pasien yang mengalami trigger finger, Selasa (27/1/2026)(blok-a.com/Kuryanto)
Dokter spesialis anestesi, RSUD Genteng, dr. Yanuarning tyas, saat melakukan pemeriksaan pasien yang mengalami trigger finger, Selasa (27/1/2026)(blok-a.com/Kuryanto)

Banyuwangi, Blok-a.com – Banyak orang dewasa pernah mengalami jari tangan tiba-tiba kaku dan sulit digerakkan, bahkan terasa nyeri saat ditekuk atau diluruskan. Hal ini bisa disebabkan oleh trigger finger, yang jika terjadi tentu akan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Trigger finger adalah kondisi yang memengaruhi tendon, yakni jaringan yang menghubungkan otot ke tulang. Jaringan yang memungkinkan kita menekuk atau meluruskan jari tangan tersebut mengalami peradangan, sehingga sulit bergerak dengan lancar.

Akibatnya, jari tangan menjadi kaku, nyeri, dan terkadang “terkunci” dalam posisi tertentu. Kondisi ini paling sering terjadi pada ibu jari dan jari manis, tetapi bisa juga menyerang jari-jari tangan yang lain, baik tunggal maupun beberapa jari sekaligus.

Oleh sebab itu, kenali lebih dalam tentang trigger finger, mulai dari penyebab, gejala, hingga cara mengatasinya.

Penyebab & Gejala Trigger Finger

Penyebab pasti trigger finger belum diketahui sepenuhnya. Namun, berikut beberapa faktor yang diduga menjadi penyebabnya:

  • Gerakan berulang, yaitu melakukan gerakan tangan yang sama namun secara berulang kali, sehingga dapat memicu peradangan pada tendon.
  • Trigger finger lebih sering terjadi pada orang dewasa, terutama mereka yang berusia di atas 40 tahun.
  • Beberapa kondisi medis, seperti diabetes, rheumatoid arthritis, dan sindrom carpal tunnel juga dapat meningkatkan risiko terjadinya trigger finger.
  • Cedera pada tangan atau jari juga dapat memicu terjadinya trigger finger.

Sedangkan gejala trigger finger dapat bervariasi dari ringan hingga parah. Berikut beberapa gejala yang umum terjadi:

Jari tangan terasa kaku, terutama di pagi hari atau setelah lama tidak digerakkan.

  • Nyeri pada pangkal jari atau di sepanjang tendon.
  • Saat menekuk atau meluruskan jari, terkadang terdengar bunyi “klik” atau “krek”.
  • Jari tangan terkadang “terkunci” dalam posisi tertentu dan sulit diluruskan atau ditekuk.
  • Pada pangkal jari, terkadang teraba benjolan kecil yang merupakan penebalan pada tendon.

Berikut beberapa cara mengatasi trigger finger, yang bisa dilakukan sendiri:

  • Mengistirahatkan tangan dan menghindari gerakan yang memicu nyeri dapat membantu mengurangi peradangan.
  • Kompres hangat pada area yang nyeri dapat membantu meredakan nyeri dan mengurangi kekakuan.
  • Fisioterapi juga dapat membantu meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan jari tangan.

Apabila semua sudah dilakukan namun keluhan nyeri semakin memberat, segera lakukan pemeriksaan ke Poli Nyeri RSUD Genteng untuk diagnosis dan penanganan lebih lanjut.

Dokter spesialis anestesi, RSUD Genteng, dr. Yanuarning tyas, Sp.An., FIP, menjelaskan bahwa pihaknya dapat meresepkan obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS) untuk mengurangi nyeri dan peradangan.

“Pada kasus yang lebih parah, dokter mungkin akan memberikan suntikan kortikosteroid langsung ke tendon yang meradang,” jelasnya pada Selasa (27/1/2026).

Makin dini pemeriksaan dilakukan, lanjut dr. Yanuarning Tyas, makin cepat pula kondisi ini bisa didiagnosis dan ditangani. Selain untuk mencegah terjadinya komplikasi, diagnosis sejak dini dapat menghindari perlunya tindakan yang lebih invasif, seperti operasi.

“Namun jika ada pada kasus yang parah dan tidak membaik dengan pengobatan lainnya, dokter mungkin akan merekomendasikan operasi untuk melepaskan selubung tendon yang menyempit,” tutup dr. Yanuarning Tyas. (Kur/gni)

Exit mobile version