Banyuwangi blok-a.com – Pengurus Besar (PB) Nahdlatul Ulama (NU) menggelar Festival Tradisi Islam Nusantara (FTIN) yang berlangsung pada Senin (9/1/2023), bertempat di Stadion Diponegoro, Banyuwangi. Acara ini akan dihadiri Presiden RI Joko Widodo.
Agar kegiatan tersebut berjalan lancar dan kondusif, panitia penyelenggara dan Pemkab Banyuwangi menyiapkan lahan parkir untuk tamu undangan maupun masyarakat yang menghadiri acara tersebut.
Satlantas Polresta Banyuwangi menyiapkan lahan parkir yang berada di sekitar lokasi Festival Tradisi Islam Nusantara tersebut.

Mulai pintu keluar stadion ke timur harus bersih dari kendaraan, demi kelancaran FTIN Banyuwangi ini. Lahan parkir dipusatkan arah selatan stadion Diponegoro.
Kasi Humas Polresta Banyuwangi Iptu Agus Winarno mengatakan, untuk mengurangi kemacetan, pihaknya telah menyiapkan tempat parkir kendaraan.
Menurutnya, informasi yang didapat, jumlah jamaah yang menghadiri acara festival yang digelar PBNU ini jumlah cukup besar, nantinya, mulai pintu keluar stadion ke timur diperuntukkan pejalan kaki. Tidak ada kendaraan yang berseliweran di area tersebut.
“Untuk kelancaran acara ini, semuanya sudah diatur, termasuk keluar masuknya para jamaah di stadion Diponegoro. Diperkirakan jumlah jamaah yang hadir di acara ini cukup banyak. Tidak hanya jamaah dari Banyuwangi saja. Tapi jamaah dari luar Banyuwangi juga hadir di acara ini,” kata Iptu Agus Winarno.
Untuk kelancaran acara ini, Polresta Banyuwangi dan Pemkab Banyuwangi tidak hanya menyiapkan kantong parkir. Namun juga mengatur skema Lalulintas. Nantinya, empat persimpangan pusat kota akan ditutup, dan penjagaan ketat.
Empat persimpangan tersebut, yakni Simpang empat karangente, simpang tiga DPRD Banyuwangi, dan simpang lima Banyuwangi. Di persimpangan yang ditutup tersebut akan dijaga personil.
Sedangkan di jalan Jaksa Agung Suprapto, jalur utama menuju stadion Diponegoro pengaturan lalulintas dinetralisir, sehingga tidak terjadi kemacetan.
“Area lokasi pelaksanaan Festival Tradisi Islam Nusantara disterilkan dari gangguan apapun,” tegasnya.
Untuk mengamankan acara tersebut, sedikitnya ada 1500 personil gabungan yang diterjunkan, untuk melakukan penjagaan dan pengamanan ketat, baik itu dari unsur TNI-Polri, Dinas Perhubungan Banyuwangi dan Satpol-PP.
““Polresta Banyuwangi menerjunkan seluruh unit ditambah personil dari Polsek Polsek,” terangnya.
Festival Tradisi Islam Nusantara merupakan bagian dari Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU).
Dalam festival ini, akan disuguhkan beberapa pertunjukan tradisi Islam, salah satunya penampilan Lalaran Alfiyah Kolosal yang bakal dibacakan oleh 565 santri dari 5 Ponpes di Banyuwangi.
Wakil ketua Panitia Festival Tradisi Islam Nusantara, Samsudin Adlawi mengatakan, kegiatan festival ini akan menyuguhkan beberapa pertunjukan, seperti gebyar Hadrah, salawatan, dan beberapa kegiatan lainnya.
“Gebyar hadrah nusantara akan menampilkan 300 penabuh hadrah ditambah 500 penari yang berasal dari profesional, banser, dan pagar nusa,” kata Samsudin Adlawi.
Usai pagelaran Hadrah, akan dilanjutkan Salawatan bersama Habib Syech. Salawatan adalah tradisi kebudayaan NU.
“NU itu dikenal dengan dakwahnya, lewat pendekatan dengan masyarakat, salah satunya lewat budaya ini,” terangnya.
Dalam festival itu, PBNU juga akan menyerahkan penghargaan kepada keluarga KH Ali Mansur yang mengubah salawat badar di Banyuwangi. Penghargaan itu sekaligus untuk mengukuhkan salawat badar sebagai kekayaan NU.
“Karena salawat badar identik dengan NU. Tapi tidak banyak orang tahu salawat badar digubah di Banyuwangi,” lanjutnya. (Ras)
