Banyuwangi, blok-a.com – Musim hujan yang terjadi sejak bulan Januari hingga pertengahan Maret 2024 di Kabupaten Banyuwangi, berpengaruh pada peningkatan kasus Infeksi Demam Beradarah Dengue (DBD).
Dari data yang diperoleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi, tercatat ada 98 orang terjangkit DBD, 2 orang di antaranya meninggal dunia.
Plt Kepala Dinkes Banyuwangi, Amir Hidayat menjelaskan, fogging sudah menjadi cara yang ampuh untuk menyelesaikan masalah DBD menjadi paradigma bagi masyarakat. Pada kenyataannya fogging hanyalah membunuh nyamuk dewasa saja.
“Apabila jentik nyamuknya tidak di berantas, maka dalam waktu seminggu selanjutnya populasi nyamuk akan meningkat kembali, dikarenakan jentik akan berubah menjadi nyamuk,” terang Amir Hidayat, Senin (25/3/2024).
Menurut Amir, sejak tanggal 1 Februari Dinkes melalui Bupati Banyuwangi mengeluarkan surat edaran untuk melaksanakan kegiatan Gerakan Serentak Pemberantasan Nyamuk (Gertak PSN) No: 443.42/200/429.112.2024.
“Kegiatan ini bertujuan menggerakkan masyarakat secara serentak agar Menguras, Menutup tempat penampungan air, dan Mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air (3M Plus) minimal seminggu sekali di lingkungan rumah,” ajak Amir Hidayat.
Musim hujan seperti saat ini, jentik nyamuk Aedes Aegypti potensial berkembangbiak di tempat penampungan air yang tidak berhubungan dengan tanah, seperti kaleng, botol, ember atau ban bekas.
Dinkes Banyuwangi menghimbau pada seluruh masyarakat agar melakukan upaya pemberantasan nyamuk melalui 3M Plus.
“Kegiatan pencegahan Infeksi dengue perlu peran aktif masyarakat. Kami berharap 3M Plus tidak hanya menjadi jargon tetapi benar-benar dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan oleh masyarakat,” pungkasnya. (kur/lio)
