Banyuwangi, Blok-a.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil keputusan tegas terhadap lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Banyuwangi yang sebelumnya sempat di-suspend. Per Senin (10/08/2026), satu dapur diizinkan beroperasi kembali, sementara empat lainnya dinyatakan tutup permanen.
Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, membenarkan adanya pembaruan status tersebut. Menurutnya, berdasarkan hasil evaluasi BGN, status suspend SPPG Kalibaruwetan, Kecamatan Kalibaru, resmi dicabut. Dengan begitu, dapur tersebut sudah dapat kembali menyalurkan makanan bergizi sesuai standar yang berlaku.
“Per 10 Agustus 2026, SPPG Kalibaruwetan di Kecamatan Kalibaru telah dicabut status suspend-nya oleh BGN. Dapur ini bisa kembali beroperasi mengikuti ketentuan,” jelas Amir.
Sementara itu, nasib berbeda harus diterima empat SPPG lainnya. BGN menetapkan status suspend permanen sehingga keempat dapur tersebut tidak lagi diperbolehkan menjalankan operasional.
Keputusan itu diambil setelah pengawasan BGN menemukan adanya pelanggaran terhadap Standar Operasional Prosedur keamanan pangan. Pelanggaran dinilai serius karena pengelola tidak melakukan perbaikan meski sebelumnya sudah diberi tenggat waktu.
“Dari hasil pengawasan, ditemukan pelanggaran SOP keamanan pangan. Karena tidak ada perbaikan setelah diberi batas waktu, maka BGN memutuskan suspend permanen,” terang Amir.
Keempat SPPG yang dihentikan permanen tersebut, masing-masing berada di:
- SPPG Desa Jajag
- SPPG Desa Singolatren
- SPPG Desa Sumbersewu
- SPPG Desa Tamansari, Kecamatan Licin
“Dengan keputusan ini, dari lima SPPG yang sempat disuspend di Banyuwangi, kini hanya tersisa satu yang kembali aktif. Empat lainnya dipastikan tidak beroperasi lagi,” jelasnya.
Amir menegaskan, langkah BGN ini merupakan bentuk komitmen untuk menjaga mutu dan keamanan pangan dalam program pemenuhan gizi.
“Kami mendukung penuh keputusan BGN. Keamanan pangan adalah hal utama. Ke depan, seluruh SPPG di Banyuwangi harus memastikan seluruh SOP dipenuhi agar pelayanan kepada penerima manfaat tetap aman dan berkualitas,” pungkasnya.
Dinkes Banyuwangi bersama BGN akan terus melakukan monitoring dan pembinaan kepada SPPG yang masih beroperasi agar kejadian serupa tidak terulang. (Kur)
