Banyuwangi, blok-a.com – Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Forum Rogojompai Bersatu (FRB) Banyuwangi gelar kegiatan sosialisasi ke siswa Sekolah Luar Biasa (SLB).
Pada kegiatan tersebut, FRB menyerahkan sejumlah kursi dan peralatan sekolah pada anak-anak berkebutuhan khusus di SLB SMP ABC PGRI Rogojampi, Banyuwangi, Rabu (3/5/2023).
SLB SMP ABC PGRI bertempat di Jalan Rowo Mas, Dusun Pancoran, Desa Rogojampi, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi.
Dalam sambutannya Irfan Hidayat menyampaikan banyak terimakasih pada seluruh anggota FRB yang selalu kompak dan peduli dalam kegiatan berbagi.
“Saya ucapakan banyak terimakasih pada seluruh teman – teman FRB atas segala kontribusinya. Sehingga dalam memperingati Hardiknas ini kita bisa berbagi pada adik – adik SLB SMP ABC PGRI,” kata Irfan.
Irfan juga memberikan apresiasi pada seluruh guru dan jajaranya yang selama ini begitu sangat luar biasa telah mendidik anak – anak didiknya yang memiliki keterbatasan dengan sabar di SLB SMP ABC.
“Sehingga beliau bisa berbagi ilmu yang dimiliki kepada anak didiknya hingga masa pendidikan siswanya usai,” puji Irfan Hidayat dan disambut dengan tepung tangan seluruh tamu undangan.
Kepada Blok-a.com, ketua FRB Irfan Hidayat mengatakan, bantuan yang diberikan ini sebagai bentuk rasa kepedulian dan kasih sayang pada anak-anak berkebutuhan khusus.
“Semoga dengan bantuan ini dapat membantu mendukung proses belajar mereka. Selain itu juga meningkatkan semangat belajar dan hasil karya kreasi mereka,” harapnya.
Sementara, kepala yayasan Suhadi menjelaskan, seluruh jajaran SLB SMP ABC juga mengucap terimakasih atas kepedulian FRB pada yayasan.
“Terima Kasih atas bantuan yang diberikan oleh teman-teman Forum Rogojampi Bersatu kepada yayasan kami. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi anak didik kami,” ucap Suhadi.
Sekolah yang baru berdiri dan menempati lahan ini sekitar 3 tahun ini masih banyak sekali kekurangan perihal sarana dan prasarana guna mendukung pembelajaran. Sehingga banyak sekali polemik yang mengganggu proses belajar mengajar.
“Alhamdulillah sekarang sudah menempati tanah sendiri berkat bantuan dan doa dari teman-teman FRB. Sehingga tidak perlu lagi ada rasa kekhawatiran akan kelanjutan sekolah ini,” pungkasnya. (kur/lio)
