Banyuwangi, blok-a.com – Aliran listrik di Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, padam total selama hampir dua jam pada Kamis malam, 15 Oktober 2026. Pemadaman diawali dentuman keras dari arah trafo SUTM (Saluran Udara Tegangan Menengah) yang sontak membuat warga panik.
Kepanikan warga bertambah setelah sebuah video amatir beredar luas di media sosial. Video itu memperlihatkan sesosok makhluk berbulu hitam legam tergeletak lemas di bawah tiang listrik. Berbagai spekulasi pun bermunculan, bahkan ada yang mengaitkannya dengan hal mistis.
Namun, hasil penelusuran di lapangan mengungkap fakta yang berbeda. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi Sektor Genteng memastikan makhluk tersebut bukan hewan misterius, melainkan Kukang Jawa (Nycticebus javanicus).
Kukang Jawa merupakan satwa endemik yang dilindungi dan saat ini statusnya sangat terancam punah (Critically Endangered). Satwa dengan ukuran sekitar 20 cm itu ditemukan dalam kondisi kritis dengan luka bakar serius akibat tersengat listrik tegangan tinggi saat merayap di antara kabel.

Peristiwa ini memunculkan pertanyaan lebih besar tentang kondisi ekologi. Kukang Jawa sejatinya hidup di kanopi hutan yang lebat. Munculnya satwa tersebut hingga ke tengah pemukiman warga menjadi indikasi kuat bahwa habitat alaminya di wilayah Banyuwangi semakin terfragmentasi akibat alih fungsi lahan dan ekspansi pemukiman.
Akibatnya, satwa arboreal seperti kukang terpaksa menggunakan jaringan kabel listrik sebagai jembatan pengganti ranting pohon yang telah hilang.
Selain persoalan habitat, insiden ini juga menyoroti pentingnya infrastruktur kelistrikan yang ramah satwa. Kabel udara tanpa pelindung isolasi yang memadai tidak hanya membahayakan satwa seperti kukang, monyet, dan burung, tetapi juga berisiko menimbulkan korsleting dan mengganggu pasokan listrik bagi masyarakat.
Sudah saatnya ada audit dan pembenahan jaringan listrik, terutama di wilayah yang berbatasan langsung dengan kantong habitat satwa.
Sementara itu, apresiasi patut diberikan kepada warga dan Tim Damkarmat Sektor Genteng yang bergerak cepat mengevakuasi kukang tersebut ke markas komando untuk mendapatkan penanganan dari dokter hewan. Namun, proses rehabilitasi kukang akibat sengatan listrik tidak mudah. Luka dalam yang diderita sering kali meninggalkan cacat permanen sehingga satwa tersebut sulit untuk kembali dilepasliarkan ke alam.
Kasus di Genteng Wetan ini menjadi alarm keras bagi kita semua. Di balik viralnya video di media sosial, ada persoalan ekologi yang perlu mendapat perhatian serius agar kejadian serupa tidak terus terulang. (Kur)






Media Sosial