Kebakaran Hebat Timpa Cafe Gentong di Glagah Banyuwangi, Kerugian Ditaksir Rp70 Juta

Petugas Damkar saat berusaha padamkan kobaran api yang melahap Cafe Gentong, kerugian ditaksir Rp70 juta, Minggu (27/09/2026) (foto: blok-a.com/Kuryanto)
Petugas Damkar saat berusaha padamkan kobaran api yang melahap Cafe Gentong, kerugian ditaksir Rp70 juta, Minggu (27/09/2026) (foto: blok-a.com/Kuryanto)

Banyuwangi, blok-a.com – Peristiwa kebakaran menimpa Cafe Gentong yang berada di RT 01 RW 01, Dusun Watu Ulo, Desa Rejosari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, pada Minggu (27/09/2026) dini hari. Akibat kejadian yang diduga dipicu korsleting listrik tersebut, pemilik mengalami kerugian hingga Rp 70 juta.

Kapolsek Glagah, AKP Edi Jaka Supa’at saat dikonfirmasi menjelaskan, kebakaran yang terjadi sekitar pukul 00.30 WIB tersebut, awalnya menimpa bagian dapur Cafe Gentong.

“Pemilik cafe diketahui bernama Syamsudin (59), warga Lingkungan Krajan RT 02 RW 01, Desa Banjar, Kecamatan Licin, Banyuwangi,” ungkapnya kepada blok-a.com, Senin (28/09/2026) siang.

Kronologi kejadianya berdasarkan keterangan saksi, sebelum insiden terjadi pada Sabtu (26/09/2026) sekitar pukul 23.00 WIB Cafe Gentong telah ditutup.

Kemudian pada Minggunya sekitar pukul 00.15 WIB, saksi Alfi Alhuzwirisyam (29), warga Lingkungan Krajan, Desa Banjar, awalnya melihat percikan api dari kabel listrik di ruang utama cafe.

“Saat itu saksi sempat mengabaikan percikan tersebut,” imbuhnya.

Tidak lama kemudian, sekitar pukul 00.30 WIB, saksi sudah melihat kobaran api yang berasal dari dapur cafe. Spontanitas ia berteriak memanggil saksi lainnya.

Tetapi karena kobaran api sudah membesar, lanjut AKP Edi, para saksi tidak berani memadamkan, sehingga mereka menghubungi Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Banyuwangi serta meminta bantuan warga sekitar.

“Api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 01.15 WIB oleh 3 unit mobil Damkar Pemkab Banyuwangi,” jelasnya.

Penyebab kebakaran dugaan sementara api berasal dari korsleting pada kabel listrik di ruang utama cafe yang kemudian merembet ke bagian dapur.

“Lantaran di dapur banyak terdapat material yang mudah terbakar seperti triplek dan anyaman bambu, sehingga api dengan cepat membesar. Dalam kejadian tidak terdapat korban jiwa. Namun kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp 70.000.000,” tutup AKP Edi. (Kur)

Exit mobile version