Banyuwangi, blok-a.com – Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, dua kecelakaan lalu lintas di dua lokasi berbeda hingga mengakibatkan korban luka berat dan meninggal dunia terjadi di wilayah hukum Satlantas Polresta Banyuwangi.
Kanit Gakum Satlantas Polresta Banyuwangi, Ipda Tri Pepri Alfian saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa kecelakaan pertama terjadi di wilayah Kecamatan Purwoharjo.
Kecelakaan pertama terjadi pada Kamis, 15 Oktober 2026, sekira pukul 15.15 WIB. Lokasi kejadian di Jalan Raya Purwoharjo – Grajagan, tepatnya di selatan Jembatan Setail, Dusun Krajan, Desa Purwoharjo.
“Insiden ini melibatkan sepeda motor Honda Mega Pro nopol P-5242-GE kontra sepeda motor lain yang tidak diketahui identitasnya,” ungkapnya.
Ipda Pepri menambahkan, motor Honda Mega Pro dikendarai MON (26), warga Kecamatan Purwoharjo, berboncengan dengan MYRO (16), seorang pelajar.
Berdasarkan keterangan saksi, motor yang tidak dikenal tersebut melaju dari arah utara ke selatan. Saat tiba di TKP, pengendara itu berbelok ke kanan dan berputar balik ke arah utara. Pada saat bersamaan, dari arah selatan ke utara melaju Honda Mega Pro yang dikendarai korban.
“Karena jarak terlalu dekat dan tidak sempat menghindar, kedua kendaraan bertabrakan,” paparnya.
Akibat kejadian tersebut, MON mengalami luka robek di kepala serta lecet di kaki dan tangan. Ia mendapat perawatan di Puskesmas Purwoharjo dan dirujuk ke RS Al-Huda. Sementara penumpangnya, MYRO, yang mengalami luka lecet di tangan dan kaki dirawat di Puskesmas Purwoharjo.
“Usai kejadian, pengendara motor yang tidak dikenal tersebut melarikan diri dari TKP,” ujar Kanit Gakum Satlantas Polresta Banyuwangi.
Kecelakaan Kedua terjadi di Kecamatan Kalibaru.
Kecelakaan kedua terjadi pada hari ini, Jumat (16/10/2026) sekira pukul 08.45 WIB. TKP berada di Jalan Raya Banyuwangi-Jember, tepatnya di depan Puskesmas Kalibaru, Desa Banyuanyar,
“Kecelakaan ini melibatkan motor roda tiga Kaisar nopol P-4198-XN kontra Honda Beat nopol P-4583-YF. Pengendara Beat meninggal dunia saat dalam perjalanan ke rumah sakit,” beber Ipda Pepri kepada blok-a.com.
Motor roda tiga Kaisar dikendarai STN (18), pelajar asal Dusun Margo Makmur, Desa Kalibaru Kulon. Sementara Honda Beat dikendarai SYN (56), warga Dusun Curah Leduk, Desa Banyuanyar, berboncengan dengan AFW (14), seorang pelajar.
Kronologinya, motor roda tiga Kaisar yang membawa 5 sak semen melaju dari arah timur ke barat. Setibanya di TKP, kendaraan tersebut oleng ke kanan hingga melewati marka jalan. Di saat bersamaan dari arah berlawanan melaju Honda Beat yang dikendarai SYN.
“Karena jarak sudah sangat dekat dan pengendara roda tiga tidak mampu mengendalikan kendaraannya, tabrakan tidak terhindarkan. Akibatnya, STN mengalami luka lecet di tangan dan wajah. Penumpang Honda Beat, AFW, mengalami luka lecet di lutut dan bahu,” urainya.
Sementara itu, pengendara Honda Beat, SYN, mengalami luka robek di mulut, wajah, paha serta gegar otak berat.
“Korban sempat dilarikan ke RS Bhakti Husada Krikilan, namun meninggal dunia dalam perjalanan,” tegas Pepri.
Satlantas Polresta Banyuwangi mengimbau para pengendara untuk selalu berhati-hati, mematuhi marka jalan, dan memastikan kondisi kendaraan laik jalan guna mencegah kecelakaan serupa. (Kur)






Media Sosial