Banyuwangi, Blok-a.com – Kecelakaan beruntun yang melibatkan sepeda motor Honda Beat ber-Nopol P-2986-YD, kontra mobil Chery Tiggo Pro Max Nopol DK-1030-LO, dan mobil Mitshubishi Kuda Nopol P-1949-K, terjadi di Jalan Raya Sambimulyo, Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, pada Minggu (25/1/2026).
Laka maut terjadi sekitar pukul 05.40 WIB, lokasinya tepat berada di depan Apotek Gedung Farma. Mengakibatkan pengendara sepeda motor Honda Beat berinisial MAS (32), warga Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, tewas di tempat.
Kapolsek Bangorejo, AKP Hariyanto, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa insiden laka beruntun itu terjadi, diduga disebabkan kerena kurang hati-hatinya salah satu pengendara saat mengemudi kendaraan.
Menurut keterangan saksi, awalnya motor Honda Beat yang dikendarai oleh korban melaju dari arah utara ke selatan dalam kecepatan tinggi. Sesampainya di TKP, sepeda motor tiba-tiba oleng ke kanan.
Saat Honda Beat oleng ke kanan, lanjut AKP Hariyanto, dalam waktu yang bersamaan dari arah yang berlawanan (selatan ke utara) melaju sebuah mobil Chery Tiggo Pro Max. Mobil tersebut dikemudikan Elisa Sutanti (45) asal Dusun Krajan, Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, dengan penumpang Matthew William Rumley (56).
“Karena jarak yang terlalu dekat dan kedua kendaraan tidak bisa menghindar, akhirnya terjadilah tabrakan pertama. Lalu disusul dengan tabrakan kedua, yaitu bagian belakang mobil Chery Tiggo Pro Max, diseruduk oleh mobil Mitshubishi Kuda yang tepat berada di belakangnya,” ungkap AKP Hariyanto pada Senin (26/1/2026).
Pengemudi mobil Mitsubishi Kuda adalah oleh seorang guru yang bernama Mohamad Solichin (52) warga Dusun Sumberagung, Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, Banyuwangi.
Akibat laka beruntun itu, pengendara motor Honda Beat mengalami luka berat pada kepala sehingga korban meninggal dunia di TKP. Sedangkan kedua pengemudi mobil dan penumpang dalam keadaan sehat.
“Tindakan polisi setelah membawa korban ke RSUD Genteng agar mendapat perawatan medis, kemudian lakukan olah TKP, mencatat keterangan saksi dan mengevakuasi kendaraan,” tutup AKP Hariyanto.
Terpisah, salah seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian menambahkan, pengendara motor Honda Beat saat berkendara diduga dalam keadaan mabuk.
“Sebelum kecelakaan beruntun terjadi, sepeda motor Beat melaju dalam kecepatan tinggi dan oleng. Selain itu laju kendaraan cenderung melewati garis tengah marka jalan dan tanpa kontrol,” ujar warga yang enggan ditulis identitasnya. (Kur/gni)
