Wanita Lansia di Tegalsari Banyuwangi, Pagi Pamit ke Sawah, Siang Ditemukan Tewas di Parit

Petugas Polsek Tegalsari saat mengevakuasi jenazah Siti Maesaroh, wanita lansia yang ditemukan tewas di dalam parit area persawahan, Rabu (12/08/2026) (foto: Blok-a.com/Kuryanto)
Petugas Polsek Tegalsari saat mengevakuasi jenazah Siti Maesaroh, wanita lansia yang ditemukan tewas di dalam parit area persawahan, Rabu (12/08/2026) (foto: Blok-a.com/Kuryanto)

Banyuwangi, Blok-a.com – Seorang perempuan warga Desa Tegalsari bernama Siti Maesaroh (66), ditemukan meninggal dunia di dalam parit area persawahan. Di lokasi penemuan yang masuk wilayah Dusun Krajan 2, Desa/Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, Rabu (12/08/2026), korban ditemukan dalam kondisi tertelungkup sekitar pukul 09.00 WIB.

Kapolsek Tegalsari AKP Lita Kurniawan, saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, laporan penemuan mayat diterima Polsek Tegalsari dari masyarakat sekitar pukul 09.15 WIB.

“Berdasarkan keterangan beberapa saksi, sebelum peristiwa terjadi, korban pada pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB, pamit kepada anaknya untuk bekerja ke sawah,” ujarnya kepada blok-a.com.

Dari keterangan saksi Jafar (50), yang pertama kali menemukan korban, saat hendak ke sawah ia melihat seorang perempuan dalam posisi tertelungkup di dalam parit.

“Saat ditemukan, korban mengenakan baju dan celana batik motif bunga warna-warni, kerudung kuning, dan caping. Di sampingnya terdapat sepeda ontel mini serta tas berisi sabit,” ungkap AKP Lita.

Melihat kondisi tersebut, Jafar kemudian memberitahu Sugiono alias Tupon (45). Setelah memastikan korban sudah tidak bernyawa, keduanya langsung melaporkan kejadian ke Polsek Tegalsari.

Setelah menerima laporan, beberapa petugas Polsek bersama tim medis Puskesmas Tegalsari yang dipimpin dr. Dodik Purwono segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan luar.

“Dari hasil visum et repertum luar di tubuh almarhum tidak ditemukan luka maupun tanda-tanda kekerasan. Korban diduga terpeleset saat berada di pinggir parit, sehingga jatuh tengkurap dengan kepala masuk ke air, yang menyebabkan tidak sadarkan diri hingga akhirnya meninggal dunia,” jelas AKP Lita Kurniawan.

Jenazah kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga. Anak kandung korban, Muh Kotib (45) dan Sukron (42), membuat surat pernyataan menolak otopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah.

“Untuk sementara penyebab kematian diduga karena kecelakaan. Kami imbau warga yang bekerja di sawah atau area persawahan agar lebih berhati-hati, terutama bagi warga lanjut usia. Utamakan keselamatan dan jika memungkinkan ajak rekan saat beraktivitas,” pesan AKP Lita Kurniawan. (Kur)

Exit mobile version