Banyuwangi, Blok-a.com – Seorang peternak ditemukan meninggal dunia di gubuk kandang sapi miliknya di Dusun Balak Kidul, Desa Balak, Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Dugaannya, korban meninggal akibat serangan jantung pascamengeluh kelelahan.
Korban diketahui bernama Hariyono (57), warga Dusun Balak Lor, Desa Balak, Kecamatan Songgon.
Berdasarkan keterangan Kapolsek Songgon AKP Pudji Wahyono, pada Senin (27/07/2026) sekitar pukul 11.00 WIB korban berpamitan kepada istrinya, Sulastri, untuk pergi ke kandang sapi miliknya di Dusun Balak Kidul.
“Saat itu korban juga berpamitan untuk bermalam di gubuk yang berada di dalam kandang tersebut,” ujar AKP Pudji Wahyono pada blok-a.com, Rabu (29/07/2026).
Sekitar pukul 18.00 WIB, cucu korban, Riki Ramadhani (17), sempat mengantarkan senter ke kandang.
Keesokan paginya sekitar pukul 06.00 WIB, lanjut AKP Pudji, saat Sulastri datang mengantarkan makanan. Betapa terkejutnya ia mendapati suaminya sudah dalam posisi terlentang dan kaku.
“Setelah dibangunkan, korban sudah tidak bernyawa. Mengetahui hal itu, Sulastri segera meminta pertolongan warga dan melapor ke Polsek Songgon,” ungkapnya.
Setelah mendapat laporan warga, petugas Polsek Songgon bersama tim dari Puskesmas Songgon langsung mendatangi lokasi. Dari hasil pemeriksaan, korban diperkirakan meninggal sekitar 3 jam sebelum ditemukan.
“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga kuat penyebab kematian adalah serangan penyakit jantung,” tegas AKP Pudji Wahyono.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi. Surat pernyataan penolakan otopsi telah dibuat, dan jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
“Dari informasi di lapangan, korban selama ini merawat 1 ekor sapi dan sekitar 25 ekor kambing seorang diri. Sehari sebelum kejadian, korban sempat mengeluh kelelahan kepada tetangganya,” bebernya
Petugas yang hadir di lokasi saat insiden terjadi antara lain Kapolsek Songgon, Kanit Intelkam, Kanit Reskrim, anggota Polsek Songgon, Kepala Puskesmas Songgon H. Dadang Tripitoko, serta Kepala Desa Balak Kurnia Cahya Samanhudi beserta perangkat desa. (Kur)
