Banyuwangi, Blok-a.com – Peristiwa kecelakaan laut menimpa sebuah Perahu jenis jurek bernama “Inovasi”, terjadi di perairan Grajagan atau Pelawangan, masuk Dusun Kampungbaru, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, pada Senin dini hari (20/07/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.
Perahu naas yang ditumpangi oleh 33 orang, terdiri dari 1 nahkoda dan 32 Anak Buah Kapal (ABK) tersebut terbalik saat hendak pulang melaut. Akibat kejadian 2 ABK ditemukan meninggal dunia, sementara 2 orang lainnya masih dalam pencarian.
Dari data yang diperoleh blok-a.com, Polsek Purwoharjo setelah mendapat laporan dari warga sekitar pukul 06.00 WIB, bersama instansi terkait langsung mendatangi lokasi membantu melakukan upaya pencarian dan penanganan.
Tim yang hadir antara lain Kapolsek Purwoharjo IPTU Agus Suhartono, Camat Purwoharjo Sudarto Ngabdinengoro, Danpos AL Grajagan, Satpol PP, dan petugas PKM Grajagan.
Menurut keterangan Kapolsek Purwoharjo, awalnya perahu memasuki Pelawangan Grajagan dalam kondisi gelombang tenang. Informasi tersebut diperoleh dari keternangan saksi, Nanto (32), yang juga menerangkan bahwa perahu Inovasi merupakan milik Edi Siswanto dengan nahkoda Mamat.
Namun saat melewati Pelawangan, tiba-tiba perahu terbawa arus dan dihantam ombak besar. Mesin kapal yang semula menyala kemudian mati, sehingga perahu tidak dapat dikendalikan dan akhirnya terbalik.
“Setelah perahu terbalik semua ABK panik dan menyelamatkan diri dengan berenang serta memegang alat bantu seperti galon dan lainnya. Ungkap Nanto saat memberikan keterangan,” ujar Iptu Agus Suhartono.
Dari 33 orang di atas kapal, 2 orang ditemukan meninggal dunia oleh nelayan pemburu di area laut dalam kondisi terapung.
“Identitas korban yang meninggal adalah Purnomo (60), nelayan asal Dusun Sumberdadi, Desa/Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi. Lalu Junairi (46), warga Dusun Cempoko Sae, Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring Banyuwangi,” bebernya.
Dua ABK lainnya yang hingga saat ini masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan adalah, Pendik (34) dan Lukman (25).
“Kedua nelayan tersebut merupakan warga Desa Tegalsari, Kecamatan Tegaldlimo. Sedang 29 ABK lainnya dinyatakan selamat,” jelasnya.
Langkah yang dilakukan petugas meliputi olah TKP, interogasi saksi, koordinasi dengan Dinas Perikanan Grajagan, serta menghubungi Basarnas Banyuwangi untuk proses pencarian lanjutan terhadap 2 korban yang belum ditemukan.
Petugas medis dari PKM Grajagan juga telah melakukan pemeriksaan terhadap dua jenazah dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Pihak keluarga korban meninggal telah membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan otopsi karena menganggap kejadian ini sebagai musibah murni.
“Dua jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka dengan ambulans untuk dimakamkan. Sementara itu untuk pencarian terhadap Pendik dan Lukman saat ini masih dilakukan oleh Tim SAR gabungan dibantu nelayan setempat,” tutupnya. (kur)






Media Sosial