Banyuwangi blok-a.com – Peristiwa kecelakaan tunggal terjadi di Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi pada Minggu (12/11/2023) di dua lokasi yang berbeda. Sontak peristiwa ini mengejutkan warga di sekitar lokasi kejadian.
Laka tunggal pertama menimpa sebuah sepur-sepuran/odong-odong warna hijau. Odong-odong berkapasitas 50 penumpang menabrak sebuah warung nasi di wilayah Dusun Blokagung, Desa Karangdoro.
Kejadian tersebut direkam oleh salah seorang warga dan sempat viral di sosial media.
Dari data yang diperoleh blok-a.com, korban sebanyak 50 penumpang odong-odong mengalami luka ringan. Dan tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.
Kapolsek Tegalsari, Iptu Achmad Rudy, SH., saat dikonfirmasi, membenarkan adanya peristiwa yang terjadi di wilayahnya, pada Minggu (12/2023).
Khusus laka tunggal odong-odong, Kapolsek Tegalsari menyarankan untuk meminta konfirmasi lebih lanjut kepada Kanit Lantas. Pasalnya, ia menilai adanya larangan operasional bagi kendaraan rekreasional tersebut.
“Untuk konfirmasi terkait odong-odong, silahkan langsung ke Kanit Lantas. Masalahnya kendaraan itu sudah dilarang tetapi masih tetap aktif beroperasi di jalan raya, saya takut keliru,” tegas Iptu Achmad Rudy, Senin (13/11/2023).
Sementara itu, laka tunggal kedua menimpa sebuah mobil Nissan Grand Livina warna silver. Kendaraan roda empat dengan Nopol B-2689-SIT itu terjerumus masuk ke sungai. Lokasi kecelakaan berada di depan Koramil Tegalsari, Dusun Balokan, Desa Dasri, pada sekitar pukul 17.00 WIB.
Pengemudi mobil bernama Abdun Nadhif Ahmad (21) pelajar asal Dusun Karangrejo, RT 02 RW 03, Desa Dasri.
Menurut keterangan salah seorang saksi, Agus Sulistyo (44), warga setempat yang juga anggota TNI menjelaskan. Awalnya mobil Grand Livina warna silver melaju dari arah Karangdoro menuju ke Banyuwangi,
“Sesampainya di depan Koramil, tiba-tiba mobil langsung melebar kekanan dan menabrak bola yg terbuat dari semen. Kemudian masuk ke sungai yang berada di sebelah Koramil,” ungkap Agus Sulityo.
Keterangan tersebut dikonfirmasi oleh Kapolsek Tegalsari, Iptu Achmad Rudy SH.. Ia juga menjelaskan penyebab laka tunggal mobil Grand Livina yang dikemudikan Abdun Nadhif Ahmad.
“Jadi saat mobilnya melewati depan Koramil, korban hendak membetulkan kabel cas HP yang tersangkut di perseneling mobil. Saat membenarkan kabel itulah, mobil langsung melebar ke kanan dan menabrak bola yg terbuat dari semen, kemudian masuk ke sungai,” terangnya.
Mobil Nissan Grand Livina mengalami kerusakan di bagian depan, dengan perkiraan kerugian sekitar Rp20 juta. (kur)
