Banyuwangi, Blok-a.com – Suasana duka menyelimuti SMKN 1 Glagah setelah salah satu siswanya, R.D.S (16), warga Desa Badean, Kecamatan Kabat, meninggal dunia saat mengikuti kegiatan sekolah, Senin (27/07/2026).
Saat insiden terjadi, korban yang merupakan siswa kelas X jurusan APHP 2 itu pingsan dan tidak sadarkan diri setelah mengikuti apel pagi.
Kapolsek Glagah, AKP Edi Jaka Supa’at menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 07.00 WIB seluruh siswa kelas X mengikuti apel yang dipimpin oleh Wakasek Kesiswaan SMKN 1 Glagah, Muri Kuwandoko.
Setelah apel selesai, korban tiba-tiba oleng dari posisi berdiri lalu terjatuh dan tidak sadarkan diri. Melihat kejadian tersebut, para guru bersama pembina UKS sekolah, Agus Hari, segera memberikan pertolongan pertama dan membawa korban ke tempat teduh.
“Korban kemudian segera dilarikan ke IGD RSUD Blambangan Banyuwangi untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” ungkap AKP Edi Jaka Supa’at pada blok-a.com, Selasa (28/07/2026).
Sesampainya tiba di rumah sakit korban langsung diberi pertolongan berupa pijat jantung. Namun petugas jaga IGD RSUD Blambangan menyatakan bahwa tidak ada respon dari tubuh korban.
“Pihak rumah sakit menjelaskan, sekitar pukul 08.20 WIB korban dinyatakan meninggal dunia. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban yang menyebabkan meninggal,” imbuhnya.
Jenazah korban kemudian diantar ke rumah duka di Desa Badean, Kecamatan Kabat, dengan didampingi pihak keluarga dan pihak sekolah.
AKP Edi Jaka Supaat, menambakan bahwa pihaknya telah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP bersama Unit Identifikasi dan Satreskrim Polresta Banyuwangi.
“Kami juga melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti meninggalnya korban,” tegasnya.
Pihak sekolah dan keluarga menduga korban meninggal akibat serangan jantung. Hingga saat ini pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
“Menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak SMKN 1 Glagah menyampaikan duka cita mendalam dan akan memberikan pendampingan kepada keluarga korban serta siswa lainnya,” tutup AKP Edi Jaka Supa’at. (Kur)
