Truk Tangki Oleng Tabrak Truk Canter di Glenmore, Satu Orang Luka

Polisi saat lakukan pengamanan dan pengaturan arus lalulintas usai insiden laka yang melibatkan dua truk di Jalan Raya Banyuwangi-Jember, Kecamatan Glenmore, Jum'at (06/11/2026) (foto: blok-a.com/Kuryanto)
Polisi saat lakukan pengamanan dan pengaturan arus lalulintas usai insiden laka yang melibatkan dua truk di Jalan Raya Banyuwangi-Jember, Kecamatan Glenmore, Jum'at (06/11/2026) (foto: blok-a.com/Kuryanto)

Banyuwangi, blok-a.com – Sebuah Kecelakaan lalu lintas antara truk Mitsubishi Canter dengan truk tangki UD Trucks telah terjadi di Jalan Raya Banyuwangi-Jember, masuk Dusun Wadungkamidin, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Jumat (6/11/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Kecelakaan hingga menimbulkan suara benturan keras tersebut sempat mengejutkan warga sekitar saat sedang beristirahat.

Kanit Gakum Satlantas Polresta Banyuwangi, Ipda Tri Pepri Alfian menjelaskan bahwa kendaraan yang terlibat laka yakni truk Mitsubishi Canter berpelat P-8513-UR.

“Kendaraan dikemudikan SS (56), pria asal Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur,” ungkapnya kepada blok-a.com.

Sementara truk tangki UD Trucks berpelat M-8062-UH, dikemudikan oleh AYW (28) dengan penumpang MNU (46).

“Sopir truk merupakan warga Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi,” imbuhnya

Berdasarkan keterangan saksi, sebelum insiden terjadi awalnya truk tangki UD Trucks melaju dari arah barat ke timur. Sesampainya di tempat kejadian perkara, pengemudi diduga mengalami microsleep sehingga truk oleng ke kanan.

“Pada saat kendaraan oleng ke kanan, dari arah berlawanan, yakni timur ke barat, melaju truk Mitsubishi Canter yang dikemudikan SS. Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat dan tidak bisa saling menghindar, kecelakaan pun tidak dapat dihindari,” paparnya.

Akibat kejadian, AYW yang mengalami luka-luka langsung dibawa ke RSU Bhakti Husada untuk mendapatkan perawatan. Sementara itu SS dan MNU dalam kondisi sehat.

Ipda Pepri mengimbau pada para pengendara agar jangan berkendara dalam kondisi mengantuk berat.

“Sebab microsleep yang hanya berlangsung beberapa detik sudah cukup untuk menyebabkan kendaraan oleng dan keluar jalur hingga menimbulkan kecelakaan,” pungkasnya. (Kur).

Exit mobile version