Banyuwangi, blok-a.com – Sebuah truk bermuatan kulit udang terguling bahu Jalan Raya jurusan Situbondo, Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Senin (29/1/2024).
Insiden ini terjadi tepat saat jajaran Polsek Wongsorejo, Banyuwangi tengah melaksanakan giat turlalin dan penertiban pengguna knalpot brong.
Kapolsek Wongsorejo, AKP Eko Darmawan menjelaskan, kecelakaan tunggal yang terjadi sekira pukul 13.00 WIB tersebut menimpa truk diesel nopol N-8825-BI bermuatan kulit udang yang dikemudikan oleh Fajar Eko (42).
“Yang bersangkutan warga Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro,” terang AKP Eko Darmawan.
Menurut keterangan saksi dan korban, kronologis kejadian bermula ketika truk tersebut sedang mengganti ban belakang sebelah kanan di bahu jalan sebelah barat.
“Ketika ban sudah lepas dan ditinggal ke bengkel untuk ditembel kemudian turun hujan. Selanjutnya tidak disangka-sangka dongkraknya ambles, sehingga mengakibatkan truk tersebut terbalik ke kanan,” ungkapnya
Akibat insiden ini, muatan kulit udang tumpah memenuhi jalan raya. Beruntung petugas sigap mengatur lalu lintas hingga tidak sampai menyebabkan kemacetan panjang.
“Beruntung dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa, hanya korban menderita kerugian material kulit udang sekitar kurang Lebih Rp2 juta,” tegas AKP Eko Darmawan.
Saat ini petugas dari Polsek Wongsorejo sedang berkoordinasi dengan pemilik alat berat untuk proses percepatan evakuasi truk yang terguling.
Diketahui, beberapa personel Polsek Wongsorejo sejak pukul 06.15 WIB melaksanakan giat turlalin di Jalan Raya serta pemberian teguran kepada pengguna jalan pengendara sepeda motor yang menggunakan knalpot brong.
“Di antaranya adalah, Kanit lantas Aiptu Moh Ihrom bersama Kasium Aiptu Arif Abdurrahman, Kanit Sabhara Aiptu Samhadi dan anggota lantas Polsek Wongsorejo Brigadir Rizky Arif Gusdiantoro,” ujarnya.
Menurut AKP Eko Darmawan, giat tersebut dilaksanakan sesuai sesuai instruksi Kapolda Jatim dan Kapolresta Banyuwangi terkait penertiban knalpot brong.
“Giat yang kita lakukan untuk menjaga keamanan keselamatan ketertiban dan kelancaran (Kamseltibcar) Lalu lintas. Hal tersebut seiring banyaknya keluhan dari masyarakat yang merasa terganggu dengan penggunaan knalpot brong,” pungkas AKP Eko Darmawan. (kur/lio)






Media Sosial