Wanita Lansia Ditemukan Meninggal Dunia di Dasar Sungai Giri Banyuwangi 

Warga saat lakukan proses evakuasi mayat wanita lansia yang ditemukan di dasar sungai Desa Jambesari, Kecamatan Giri, Senin (17/6/2024).(Dok. Polsek Giri untuk blok-a.com)
Warga saat lakukan proses evakuasi mayat wanita lansia yang ditemukan di dasar sungai Desa Jambesari, Kecamatan Giri, Senin (17/6/2024).(Dok. Polsek Giri untuk blok-a.com)

Banyuwangi, blok-a.com – Warga Desa Jambesari, Kecamatan Giri, Banyuwangi digegerkan dengan penemuan mayat wanita lanjut usia (lansia) di dasar aliran sungai, Senin (17/6/2024).

Kapolsek Giri, Iptu Budi Mujiono menjelaskan, hasil identifikasi korban berinisial R (85) warga Desa Jambesari, Kecamatan Giri.

“Dari hasil keterangan saksi dan warga yang berdekatan dengan rumah korban, sebelumnya R meski sudah tua dan pikun, sering keluar rumah tanpa pamit,” ungkap Iptu Budi Mujiono, Selasa (18/6/2024).

Kasus penemuan mayat tersebut bermula pada hari Minggu (16/6/2024) sekira pukul 20.00 WIB.

Saat itu, keluarga korban, Nur Hadi (38) dibantu warga lainya mencari keberadaan korban yang meninggalkan rumah tanpa pamit.

“Pencarian terhadap dilakukan sampai jam 21.00 WIB, tetapi hasilnya nihil,” ujarnya.

Esok harinya, Senin (17/6/2024) saat Nur Hadi pulang dari sawah, dia melihat baju yang biasanya dipakai R di dasar sungai.

“Lokasi sungai adi di sebelah utara Dusun Delik 1, Desa Jambesari,” paparnya.

Setelah mendekati, ternyata memang benar bahwa yang ada di dasar sungai tersebut mayat korban. Selanjutnya Nur Hadi melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa (Kades) Jambesari, Ali Mansyur.

Kemudian Kades Jambesari melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Giri.

“Selanjutnya bersama warga sekitar dan dibantu Polmas Desa Jambesari serta Babinsa Desa Jambesari, mereka bergotong-royong melakukan evakuasi korban yang diperkirakan sudah meninggal dunia,” papar Iptu Budi Mujiono.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Bidan Desa, Ike Rusianawati, bahwa di tubuh korban tidak ditemukan ada tanda-tanda luka dari bekas benda tumpul akibat kekerasan.

Sementara itu, pihak keluarga korban juga tidak menginginkan untuk dilakukan outopsi. Mereka sudah mengikhlaskan meninggalnya korban, dan membuat surat pernyataan untuk menguatkan pernyataan tersebut.

“Selama pelaksanaan evakuasi berlangsung aman, lancar dan kondusif. Kemudian korban diserahkan pada pihak keluarganya untuk dimakamkan,” pungkas Iptu Budi Mujiono. (kur/lio)

Exit mobile version