Banyuwangi, blok-a.com – Sirkuit BMX Banyuwangi yang berlokasi di Kecamatan Muncar merupakan sikuit supercross berstandar internasional dengan lintasan terpanjang di dunia. Revitalisasi sirkuit oleh Kementerian PUPR diprediksi rampung pada Februari mendatang.
Wakil Presiden Konfederasi Balap Sepeda Asia (Asian Cycling Confederation/ACC), Raja Sapta Oktohari, mengapresiasi keberadaan sirkuit ini saat berkunjung pada Selasa (21/1/2025).
ACC pun mengusulkan Banyuwangi sebagai tuan rumah BMX Racing World Cup 2026.
“Kami merasa bangga karena Banyuwangi memiliki signature baru di dunia balap sepeda, yaitu trek BMX terpanjang di dunia. Ini sekaligus sirkuit pertama yang memiliki empat lompatan tinggi,” ujarnya.
Sapta menjelaskan bahwa sirkuit ini memiliki desain khusus yang dirancang oleh Tom Ritz, desainer ternama di dunia balap sepeda. Kiprah Ritz telah diakui internasional, dengan banyak trek buatannya digunakan dalam berbagai kejuaraan dunia dan Olimpiade.
Sapta menambahkan bahwa pihaknya telah menyampaikan keberadaan Sirkuit BMX Banyuwangi kepada Union Cycliste Internationale (UCI), induk organisasi sepeda dunia.
“Keberadaan Sirkuit BMX Banyuwangi akan dicatat. Dan apabila sudah jadi nanti, akan banyak rentetan kegiatan yang diperlombakan di sini,” jelasnya.
Sebagai Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Sapta menargetkan agar sirkuit ini bisa menggelar berbagai ajang balap internasional.
“Target utamanya adalah kejuaraan dunia. Tiap tahun kejuaraan dunia ada empat seri, dan salah satunya harus digelar di sini,” tegasnya.
Sirkuit ini juga diproyeksikan menjadi lokasi latihan para atlet dunia menjelang Olimpiade Los Angeles 2028.
“Untuk persiapan kejuaraan dunia saja, minimal orang akan tinggal di sini dua bulan untuk latihan. Apalagi menjelang olimpiade. Mulai 2026, orang akan sibuk mencari tempat alternatif latihan, dan ini akan menjadi salah satunya,” tambah Sapta.
Sekretaris Daerah Banyuwangi, Guntur Priambodo, memastikan bahwa Pemkab Banyuwangi akan mendukung penuh event olahraga kelas dunia di daerahnya.
Terlebih, Banyuwangi memiliki pengalaman menggelar ajang olahraga internasional, seperti Tour de Ijen.
“Saya kira hal ini seperti yang sering disampaikan oleh Ibu Bupati, bahwa Banyuwangi ingin mengembangkan industri olahraga. Adanya sirkuit ini akan mendukung hal tersebut,” ungkap Guntur.
Pemkab juga mulai menyiapkan fasilitas pendukung, termasuk homestay dari rumah warga sekitar, untuk menunjang kebutuhan peserta dan pengunjung.
“Salah satunya adalah menyiapkan homestay-homestay dari tempat tinggal warga sekitar,” pungkas Guntur.(kur/lio)
