Banyuwangi, Blok-a.com – Meningkatnya sektor pariwisata di Banyuwangi berdampak pada kenaikan jumlah wisatawan yang datang. Dari data penumpang kereta api sepanjang Semester I 2026, Banyuwangi tercatat sebagai daerah dengan kunjungan penumpang kereta tertinggi di wilayah Daop 9 Jember.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyampaikan total penumpang naik dan turun di seluruh wilayah Daop 9 mencapai 3.510.000 orang selama Januari – Juni 2026. Angka ini naik 6,18 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 3.306.801 orang.
“Dari total itu, sekitar 1,748 juta penumpang berangkat dan 1,762 juta penumpang turun di stasiun-stasiun wilayah Daop 9,” ujar Cahyo di Stasiun Banyuwangi Kota, Senin (06/07/2026).
Daop 9 Jember membawahi wilayah tapal kuda Jawa Timur, mulai dari Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, hingga Banyuwangi.
Dari semua daerah tersebut, stasiun-stasiun di Kabupaten Banyuwangi melayani penumpang paling banyak. Sepanjang 6 bulan pertama 2026, jumlahnya mencapai 1,7 juta orang, naik 8,09 persen dibanding tahun lalu.
Stasiun Banyuwangi Kota jadi salah satu stasiun tersibuk. Total melayani 505.851 pelanggan selama Semester I 2026.
Cahyo menyebut tingginya angka ini tidak lepas dari pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi di Banyuwangi. Julukan “Sunrise of Java” membuat kota ini semakin dilirik wisatawan.
Setelah Banyuwangi, Jember menempati urutan kedua dengan total 1,44 juta penumpang atau naik 4,2 persen.
Probolinggo melayani 189.636 penumpang, naik 4,74 persen. Lumajang tercatat 86.633 penumpang, jumlahnya relatif sama dengan tahun sebelumnya.
Sementara Pasuruan menjadi daerah dengan pertumbuhan paling tinggi. Jumlah penumpangnya naik 19,20 persen menjadi 85.172 orang.
KAI Daop 9 optimis jumlah penumpang akan terus bertambah seiring meningkatnya aktivitas wisata dan mobilitas masyarakat di wilayah tapal kuda Jawa Timur. (Kur)






Media Sosial