Banyuwangi, Blok-a.com – RSUD Genteng Kabupaten Banyuwangi kini memiliki layanan Elektroensefalografi (EEG) sebagai salah satu pemeriksaan penunjang penting di bidang neurologi. Layanan ini membantu dokter mendeteksi dan menegakkan diagnosis berbagai gangguan pada sistem saraf.
EEG bekerja dengan cara merekam aktivitas listrik otak. Caranya, beberapa elektroda ditempelkan di permukaan kulit kepala pasien. Dari rekaman tersebut, aktivitas listrik otak akan muncul dalam bentuk gelombang yang bisa dibaca oleh dokter spesialis.
Bantu Diagnosis Epilepsi dan Gangguan Saraf Lain
Dokter Spesialis Saraf RSUD Genteng, dr. Anisah Khoiriah, Sp.N, menjelaskan otak terus berkomunikasi melalui impuls listrik setiap saat, termasuk saat tidur. Gelombang inilah yang ditangkap lewat pemeriksaan EEG.
“EEG jadi pemeriksaan utama untuk pasien yang mengalami kejang, terutama pada kasus epilepsi. Dari hasil EEG, dokter bisa memastikan diagnosis, mengetahui jenis epilepsinya, sekaligus memantau bagaimana respons pasien terhadap pengobatan,” ujar dr. Anisah, Senin (06/07/2026).
Selain epilepsi, EEG juga bermanfaat untuk mengevaluasi gangguan lain seperti gangguan tidur, ensefalopati atau gangguan fungsi otak, hingga ensefalitis atau peradangan pada otak.
Tidak Semua Keluhan Perlu EEG
dr. Anisah menambahkan, tidak semua keluhan saraf harus dilakukan EEG. Contohnya pada sakit kepala biasa. EEG tidak dianjurkan secara rutin karena umumnya tidak membantu mendiagnosis sakit kepala primer.
Namun untuk kondisi tertentu seperti migrain dengan aura, EEG bisa memberi gambaran tambahan tentang perubahan gelombang otak sebelum dan saat serangan. EEG juga bisa dipakai dalam terapi biofeedback untuk melatih pasien mengontrol gelombang otak. Teknik ini terbukti membantu mengurangi frekuensi dan intensitas sakit kepala tegang.
Untuk pasien vertigo kronis, EEG bisa dipertimbangkan jika dokter curiga ada keterlibatan saraf pusat atau untuk menyingkirkan kemungkinan lain seperti migrain vestibular dan epilepsi. Tapi EEG bukan pemeriksaan wajib untuk semua pasien vertigo.
EEG juga punya peran penting di ruang perawatan kritis. Salah satunya untuk membantu memastikan diagnosis kematian otak sesuai prosedur medis yang berlaku.
Komitmen Pelayanan Modern
Menurut dr. Anisah, EEG sebaiknya dilakukan sesuai indikasi medis agar hasilnya benar-benar membantu dokter dalam menentukan diagnosis dan penanganan yang tepat.
“Dengan adanya layanan EEG di RSUD Genteng, kami berharap masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya bisa mendapatkan deteksi dini serta penanganan gangguan saraf yang lebih cepat, profesional, dan berkualitas,” pungkasnya.
Untuk informasi pendaftaran dan jadwal pemeriksaan EEG, masyarakat bisa langsung menghubungi poli Saraf RSUD Genteng Kabupaten Banyuwangi. (Kur)






Media Sosial