Antrean Truk Logistik Menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Kembali Mengular 5 Kilometer

Antrean truk logistik di jalur Pelabuhan Ketapang Banyuwangi kembali mengular hingga 5 kilometer, Senin (14/09/2026)(foto: blok-a.com/Istimewa)
Antrean truk logistik di jalur Pelabuhan Ketapang Banyuwangi kembali mengular hingga 5 kilometer, Senin (14/09/2026)(foto: blok-a.com/Istimewa)

Banyuwangi, blok-a.com – Antrean kendaraan pengangkut logistik di jalur menuju Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Banyuwangi kembali terjadi pada Senin (14/09/2026). Panjang antrean diperkirakan mencapai sekitar 5 kilometer.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi Ipda Tri Pepri Alfian mengatakan, kepadatan paling menumpuk di jalur dari arah Wongsorejo menuju pelabuhan. Sementara itu arus dari arah Ketapang menuju Banyuwangi dan Surabaya masih terpantau ramai lancar.

“Antrean sampai ke daerah Grafika. Kurang lebih 4,9 kilometer,” ungkap Ipda Pepri.

Ia menjelaskan, pada pagi hari antrean sempat berkurang. Namun jumlah kendaraan logistik yang terus masuk membuat antrean kembali memanjang.

“Tadi sempat mengurai, lalu bertambah lagi. Kendaraannya tidak berkurang, terus datang. Yang paling banyak truk tujuan Bali,” jelasnya.

Kepadatan di akses menuju Ketapang ini bukan kali pertama terjadi. Beberapa pekan terakhir arus kendaraan barang menuju Bali memang meningkat. Setelah sempat terurai, antrean kembali muncul sejak dua hari terakhir.

Untuk mengurai kemacetan, Satlantas Polresta Banyuwangi menempatkan personel selama 24 jam di sepanjang jalur menuju pelabuhan. Pengaturan arus dilakukan secara bergiliran untuk memastikan kendaraan tetap bergerak dan tidak menjalar ke ruas lain.

“Anggota standby terus, 24 jam on call,” tegas Pepri.

Sebagai salah satu jalur utama penyeberangan Jawa-Bali, Pelabuhan Ketapang menjadi titik vital distribusi logistik. Dominasi truk barang dalam antrean membuat petugas terus melakukan rekayasa lalu lintas agar mobilitas tetap terjaga. (kur)

Jurnalis Umum blok-a.com yang fokus di berbagai isu, seputar politik, hukum, kriminal, sosial, bencana, dan berbagai kegiatan masyarakat yang terjadi di Kabupaten Banyuwangi.