Banyuwangi, blok-a.com – Seorang pemuda berinisial ADC (22), warga Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, ditemukan oleh orang tuanya sendiri, sudah tergantung tak bernyawa di sebuah peternakan lele milik orang tuanya Rabu (12/6/2024).
Diduga, pemuda tersebut mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, dengan menggunakan tali tampar warna biru yang diikatkan di kayu blandar atap peternakan lele.
Tidak ada yang mengetahui penyebab atau motivasi bunuh diri korban. Apalagi mengenai bagaimana kronologi hingga korban bisa melakukan tindakan tragis tersebut. Orang tua hanya bisa meratap usai menemukan jenazah korban dan membuka tali gantungan.
Kapolsek Sempu AKP Nanang Wardhana, saat dikonfirmasi blok-a.com menjelaskan. Menurut keterangan saksi dan bapak korban yang berinisial KT (48), ketika itu sekira pukul 06.30 WIB, orang tua menelpon korban hingga beberapa kali, tetapi tidak diangkat.
“Lantaran merasa kesal karena merasa tidak dihiraukan anak, kemudian KT mendatangi korban di peternakan lelenya tersebut,” ungkap AKP Nanang.
Sesampainya di TKP, KT melihat anaknya dalam keadaan tergantung pada kayu blandar atap di kamar bagian barat di peternakan lelenya.
“Korban ditemukan dalam kondisi lehernya terjerat tali tampar warna biru, dengan posisi kaki menggantung,” paparnya.
Kemudian dengan dibantu saksi, KT membuka tali tampar warna biru, lalu menurunkan korban.
Dari hasil keterangan medis setelah korban dievakuasi, bahwa korban meninggal dunia murni disebabkan karena bunuh diri.
“Di tubuh leher korban ditemukan bekas jeratan tali, dan didapati cairan sperma pada kemaluanya. Selain itu, juga tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujarnya.
Meski demikian, keluarga korban tidak mengizinkan jenazah almarhum putranya untuk diotopsi.
“Selanjutnya atas kejadian tersebut, keluarga korban menyatakan menerima, dan menolak untuk dilakukan otopsi terhadap korban dengan bersedia membuat surat pernyataan,” pungkas AKP Nanang Wardhana. (Kur/gni).






Media Sosial