DPU CKPP Banyuwangi Alokasikan Rp2,9 Miliar untuk Pembangunan Jembatan Sungai Lembu Pesanggaran

DPU Cipta Karya PP Banyuwangi alokasikan anggaran Rp2,9 miliar untuk pembangunan jembatan Sungai Lembu (foto: istimewa)
DPU Cipta Karya PP Banyuwangi alokasikan anggaran Rp2,9 miliar untuk pembangunan jembatan Sungai Lembu (foto: istimewa)

Banyuwangi, Blok-a.com – Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan, dan Permukiman (DPU CKPP) Banyuwangi menuntaskan realisasi pembangunan infrastruktur pasca-bencana. Salah satunya pembangunan kembali Jembatan Sungai Lembu di Kecamatan Pesanggaran yang ambles akibat banjir besar pada Juli 2025 lalu.

Anggaran sebesar Rp2,9 miliar telah dialokasikan untuk memulihkan akses vital masyarakat tersebut.

“Alokasi anggarannya sebesar Rp2,9 miliar. Untuk kontraknya saat ini belum, karena masih menunggu proses penawaran di sistem minicom (sistem pengadaan barang dan jasa),” terang Kepala Dinas PU CKPP Banyuwangi, Cahyanto Hendri Wahyudi, pada Jumat (22/5/2026).

Terkait pemenang lelang, Cahyanto mengakui adanya sedikit penyesuaian. Sedianya pemenang tender dijadwalkan minggu ini, namun dinamika ekonomi nasional membuat tim teknis harus melakukan kalkulasi ulang.

“Sebetulnya minggu ini sudah ada pemenang di proses pengadaan minicom, sesuai janji kami. Tetapi karena ada perubahan kenaikan harga Pertamina Dex, hal itu berpengaruh pada kenaikan harga material,” jelasnya.

Akibat kenaikan tersebut, DPU CKPP Banyuwangi menyesuaikan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan dokumen pendukung agar sinkron dengan Standar Satuan Harga (SSH) yang baru.

“Tetapi Alhamdulillah, minggu ini sudah selesai dan sudah kita proses kembali dalam sistem pengadaan barang jasa. Harapannya, minggu depan sudah ada pemenangnya,” ungkapnya.

Spesifikasi Lebih Kokoh dan Masuk Proyek Strategis Daerah

Jembatan Sungai Lembu yang baru akan dibangun dengan spesifikasi lebih kokoh. Dimensi lebar 6 meter dengan bentangan sekitar 14 meter. Konstruksinya menggunakan pondasi tiang pancang dengan lantai atau abutment dari beton.

Mengingat pentingnya fungsi jembatan ini, Pemkab Banyuwangi memasukkannya ke dalam daftar Proyek Strategis Daerah (PSD). Status ini membuat seluruh prosesnya wajib melewati tahapan review atau audit ketat dari Inspektorat guna memastikan kesesuaian prosedur dan transparansi.

Selain itu, seluruh proses pengadaan dilakukan secara ketat dan mengikuti rekomendasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjamin kualitas serta integritas proyek agar terhindar dari praktik penyimpangan.

Jembatan Sungai Lembu ambles total akibat terjangan banjir bandang pada 15 Juli 2025 lalu. Putusnya jembatan sempat mengancam mobilitas warga di tiga desa sekitar.

Merespons cepat keluhan warga, Pemkab Banyuwangi langsung membangun jembatan darurat pada 18 Juli 2025 khusus kendaraan roda dua agar aktivitas ekonomi tidak lumpuh total. Kemudian dilanjutkan pembangunan jembatan baja sistem knock down untuk roda empat sambil menunggu pembangunan jembatan permanen. (kur/ova)