Beberapa Komoditas Sembako di Pasar Tradisional Banyuwangi, April 2026 Harga Flutuaktif

Penjual cabai rawit di pasar tradisional Banyuwangi (foto: Blok-a.com/Kuryanto)
Penjual cabai rawit di pasar tradisional Banyuwangi (foto: Blok-a.com/Kuryanto)

Banyuwangi, Blok-a.com – Harga beberapa komoditas sembilan bahan pokok (sembako) seperti daging, telor, cabai, bawang, serta beraneka macam sayuran di Pasar Tradisional/Pasar Daerah (Pasda) Banyuwangi, dari hari ke hari di bulan April 2026 terus mengalami fluktuasi.

Sementara itu, untuk harga jual beragam beras tetap relatif stabil. Seperti beras premium, berkisar Rp14.600-14.900/kg, beras medium Rp13.500/kg, sedang beras Bulog, kosong.

Hal yang sama juga terjadi pada beraneka harga minyak goreng. Minyak premium Rp22 ribu/l, Sederhana, Rp20 ribu/l, curah Rp18 ribu/kg, dan MinyakKita Rp15.700/, kemudian gula pasir, Rp18.500/kg, tepung Rp12.500/kg.

Bagi ibu-ibu rumah tangga atau pelaku usaha kuliner, mengetahui harga sembako setiap hari wajib dilakukan. Selain bermanfaat membantu mengatur belanja harian, juga penting untuk menjaga kestabilan pengeluaran rumah tangga di tengah situasi yang tidak menentu ini.

Daftar Harga Sembako Terbaru

Berikut data sembako yang harganya flutuatif, dari hasil pantauan di lapangan, serta keterangan yang disampaikan oleh Arif Kurniawan, salah satu Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Banyuwangi yang bertugas di Pasda Genteng I:

  • Telor ras, sebelumnya Rp27 ribu, saat ini Rp25.000/kg.
  • Daging sapi, Rp150 ribu/kg
  • Daging ayam potong, dari Rp35 ribu, turun ke Rp32 ribu/kg
  • Daging ayam kampung, Rp90 ribu, menjadi Rp85 ribu/kg
  • Cabai merah besar, dari Rp28 ribu, naik menjadi Rp40 ribu/kg
  • Cabai rawit sementara masih stabil, Rp55 ribu/kg
  • Cabai hijau, dari Rp30 naik Rp40 ribu/kg
  • Bawang merah, dari Rp32 ke Rp37 ribu/kg
  • Bawang putih, dari Rp29 menjadi Rp30 ribu/kg.

Aneka sayuran:

  • Gobis, Rp6.000/kg
  • Buncis, dari Rp10 menjadi 9.000/kg.
  • Tomat, sebelumnya Rp14 ribu, turun Rp8.000/kg
  • Kentang masih relatif stabil, Rp13-14 ribu/kg
  • Begitu juga wortel, Rp14-16 ribu/kg
  • Tahu isi 10 biji Rp3.000/kg
  • Tempe Rp3.500/batang.

Arif menambahkan, perubahan harga sembako dipengaruhi berbagai faktor. Mulai dari biaya produksi, kebijakan pemerintah, kurs, hingga cuaca.

“Jika permintaan meningkat, tapi penawaran tetap atau berkurang, harga cenderung naik. Sebaliknya, jika penawaran lebih banyak daripada permintaan, harga bisa turun,” jelasnya.

Terjadinya cuaca ekstrem, bencana alam, atau perubahan musim dapat mempengaruhi produksi pertanian. Kekurangan pasokan akibat cuaca buruk juga bisa menyebabkan kenaikan harga.

Begitu juga kebijakan impor, subsidi, pajak, atau regulasi lain yang dikeluarkan pemerintah, juga dapat mempengaruhi harga sembako.

“Pun bila terjadi kenaikan harga bahan baku, pupuk, bahan bakar, atau upah pekerja yang dapat meningkatkan biaya produksi dan transportasi, juga mempengaruhi harga sembako,” tutup Arif. (kur/ova)