Jejak I Wayan Nurasta Wibawa Selama Jadi Kalapas Banyuwangi, Kini Dimutasi jadi Kalapas Tenggarong

Jejak I Wayan Nurasta Wibawa Selama Jadi Kalapas Banyuwangi, Kini Dimutasi jadi Kalapas Tenggarong
Jejak I Wayan Nurasta Wibawa Selama Jadi Kalapas Banyuwangi, Kini Dimutasi jadi Kalapas Tenggarong

Banyuwangi, blok-a.com – Hidup adalah rangkaian perjalanan yang ditentukan oleh ketetapan waktu. Bagi I Wayan Nurasta Wibawa, bulan kelahiran kali ini tidak sekadar membawa pertambahan usia, namun juga sebuah amanah baru yang menjadi kado terbaik dari semesta.

I Wayan Nurasta Wibawa per 11 April 2026 resmi melangkah dari Bumi Blambangan untuk mengemban tugas baru sebagai Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong, Kalimantan Timur.

Kepemimpinan bukan tentang bertahta di atas kursi, melainkan tentang seberapa dalam akar kepedulian tertanam di hati masyarakat. Selama menjabat sebagai Kalapas Kelas IIA Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa telah membuktikan bahwa jeruji besi bukanlah pembatas untuk memanusiakan manusia.

Bagi warga sekitar Lahan SAE Lapas IIA Banyuwangi di Kelurahan Pakis, sosok Wayan adalah perwujudan dari konsep _Tat Twam Asi_ yang berarti aku adalah engkau. Mas Rio, seorang warga di sekitar lahan SAE, mengenang jejak yang ditinggalkan Sang Pengayom.

“Perubahan di lahan SAE sangat luar biasa. Beliau adalah pemimpin yang tak segan turun tangan membersihkan masjid besar di lingkungan kami, bahkan turut membantu pembangunan mushallah baru di lingkungan kami. Kedekatannya dengan berbagai kalangan masyarakat sangat meneduhkan, beliau merangkul semuanya,” ungkapnya.

Setiap pertemuan pasti berujung pada perpisahan, namun jasa yang tertulis di hati masyarakat tak akan luntur oleh jarak. Ada rasa kehilangan yang mendalam menyelimuti warga saat harus melepas sosok yang selama ini menjadi pengayom sekaligus sahabat.

“Kami berdoa agar Bapak semakin bersinar dan sukses di tanah Borneo. Jika angin kerinduan berhembus, janganlah lupa untuk singgah kembali di SAE Pakis. Terima kasih atas segala rindu yang telah Bapak tanam di sini,” ucap warga.

Selamat bertugas, Bapak I Wayan Nurasta Wibawa. Selamat melanjutkan pengabdian di tepian Sungai Mahakam. Doa kami menyertai setiap langkah kaki Sang Pengayom. (kur/bob)