Program Sekardadu, Siswa SD Kebondalem Dilibatkan Dalam Rawat Sungai

Siswa SD Kebondalem antusias bersihkan saluran sungai (Gareta Wardani/Radar Genteng).
Siswa SD Kebondalem antusias bersihkan saluran sungai (Gareta Wardani/Radar Genteng).

Banyuwangi, blok-a.com – Banyuwangi, blok-a.com – Program Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai (Sekardadu) berlangsung semarak di Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Selasa (9/10) pagi. Ratusan siswa dari sejumlah SD di Kebondalem ikut bersih-bersih membersihkan sungai.

Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) Pesanggaran, Sugiyono, mengaku telah menggelar program Sekardadu ini sebanyak 10 kali. Dan kali ini dilakukan di aliran BKS1 K1. “Untuk Sekardadu ini sekolah yang terlibat antara lain SDN 1 Kebondalem, SDN 2 Kebondalem, dan SDN 5 Kebondalem,” katanya.

Edukasi dan Kesadaran Lingkungan

Dalam kegiatan ini, terang dia, tidak hanya fokus pada pembersihan aliran air, tetapi juga pengendalian, pemanfaatan, dan pengadaan air. Dengan menjaga kebersihan saluran air, diharapkan aliran air tetap lancar sehingga dapat memenuhi kebutuhan pengairan sawah.

“Kami tidak hanya mengaliri tanaman, tetapi juga bagaimana mengatasi kekurangan air,” ujarnya.

Siswa diajak membersihkan sampah yang menyumbat saluran air di area persawahan. Proses ini memberikan pengalaman kepada siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan.

“Harapannya, anak-anak dapat memberi edukasi kepada keluarga untuk tidak membuang sampah sembarangan,” katanya.

Pemilihan lokasi di persawahan, terang dia, bertujuan siswa lebih memahami pentingnya aliran air bagi pertanian.

Dengan menjaga kebersihan saluran air, proses pengairan dapat berlangsung lancar dari musim tanam hingga panen.

“Kami ingin siswa tahu air tidak hanya penting bagi lingkungan, tetapi juga bagi sawah,” jelasnya.

Kegiatan ini juga mengajak siswa peduli terhadap dampak sampah di lingkungan, khususnya di aliran sungai dan sawah. Selain membersihkan sampah, siswa juga diberi pemahaman mengenai peran air dalam kehidupan sehari-hari.

“Sekardadu mengajarkan bagaimana air yang tidak cukup bisa menjadi cukup. Kami berharap anak-anak bisa menjadi agen perubahan di lingkungan mereka,” ungkap Sugiyono.

Kegiatan Sekardadu ini mendapat respon positif dari pihak sekolah, terutama SDN 1 Kebondalem yang baru pertama kali mengikuti program tersebut.

Kepala SDN 1 Kebondalem, Mades Fuad Alkhatiri, menyambut baik inisiatif ini karena dapat menambah wawasan siswa mengenai perawatan lingkungan.

“Ini kegiatan pertama kami, dan sangat bermanfaat bagi siswa,” ujarnya.

Program Sekardadu juga sejalan dengan kegiatan rutin di sekolah, seperti Jumat Bersih yang sudah sering dilakukan. Namun, program ini memberi dimensi baru karena langsung melibatkan siswa dalam kegiatan di luar sekolah.

“Anak-anak jadi lebih memahami pentingnya menjaga lingkungan secara praktis,” tandasnya.(mg3/)

Penulis: Zulkaria Irawan (Mahasiswa Magang Kampus STIMATA Malang)