Bakar Sampah Sembarangan, Dua Rumah di Cluring Banyuwangi Ludes Dilalap Api

Petugas Damkar bersama polisi serta dibantu warga saat berusaha melakukan pemadaman rumah milik Sutekno, yang terbakar diduga akibat bakar sampah sembarangan, Selasa (11/08/2026) (foto: Blok-a.com/Kuryanto)
Petugas Damkar bersama polisi serta dibantu warga saat berusaha melakukan pemadaman rumah milik Sutekno, yang terbakar diduga akibat bakar sampah sembarangan, Selasa (11/08/2026) (foto: Blok-a.com/Kuryanto)

Banyuwangi, Blok-a.com – Sebuah rumah kosong milik Sutekno (65) di Dusun Simbar 2 RT 01 RW 06, Desa Tampo, Kecamatan Cluring ludes terbakar pada Selasa (11/08/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Peristiwa ini diduga berawal dari aktivitas pembakaran sampah sembarangan.

Kapolsek Cluring, AKP Putu Ardana menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 13.00 WIB pemilik rumah, Sutekno, memerintahkan Khoirun (60) yang bekerja sebagai buruh harian untuk membersihkan area sekitar rumah.

“Sampah hasil pembersihan itu kemudian diperintahkan untuk dibakar,” ujarnya kepada blok-a.com.

Sekitar pukul 13.15 WIB, lanjut AKP Putu, api dari tumpukan sampah tiba-tiba membesar dan menyambar plafon rumah. Karena rumah dalam kondisi kosong dan material mudah terbakar, api cepat merambat ke seluruh bagian bangunan.

“Warga sekitar yang melihat kejadian langsung berusaha memadamkan secara manual sambil menghubungi petugas,” imbuh AKP Putu Ardana.

Sekitar pukul 14.00 WIB, setelah menerima laporan warga anggota Polsek Cluring bersama 3 unit mobil Damkar dari Sektor Srono, Genteng, dan Bangorejo tiba di lokasi.

“Pemadaman pun langsung dilakukan dengan dibantu warga sekitar. Kemudian dilanjutkan dengan pemutusan aliran listrik untuk mencegah korsleting,” terang Kapolsek.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.00 WIB. Petugas kemudian melakukan sterilisasi dan pengecekan di lokasi. Pukul 16.00 WIB, petugas meninggalkan TKP dengan situasi aman dan kondusif.

“Usai pemadaman, petugas juga memasang garis dan mengimbau warga agar tidak memasuki area rumah yang terbakar untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” urainya.

Selain membakar rumah Sutekno, kebakaran juga menimpa rumah milik Sugianto (59) sebagian. Pasalnya, kedua rumah tersebut posisinya berhimpitan.

“Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp100.000.000,” ungkapnya.

AKP Putu Ardana menambahkan, rumah milik Sutekno memang sudah lama kosong dan rencananya akan dirobohkan untuk dibangun ulang. Tujuannya agar ada jarak aman dengan rumah milik Sugianto yang berada tepat di sebelahnya dan hanya dipisahkan sekat.

Kejadian ini akan diselesaikan secara kekeluargaan dan difasilitasi oleh Kepala Desa Tampo. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Pemda Banyuwangi untuk pendataan bantuan bagi warga terdampak.

Lebih lanjut AKP Putu Ardana juga mengimbau, agar masyarakat untuk berhati-hati saat membakar sampah.

“Pastikan membakar di tempat aman, jauh dari bangunan, dan tunggu sampai api benar-benar padam. Jangan tinggalkan bara api begitu saja karena sangat rawan memicu kebakaran,” pungkasnya. (Kur)

Jurnalis Umum blok-a.com yang fokus di berbagai isu, seputar politik, hukum, kriminal, sosial, bencana, dan berbagai kegiatan masyarakat yang terjadi di Kabupaten Banyuwangi.