Niat Cuma Bakar Sampah, Warga Purwoharjo Banyuwangi Malah Bakar Dapur Rumah

Petugas Damkar saat berusaha memadamkan api yang membakar dapur rumah warga (blok-a.com/Kuryanto)
Petugas Damkar saat berusaha memadamkan api yang membakar dapur rumah warga (blok-a.com/Kuryanto)

Banyuwangi, blok-a.com – Kebakaran menimpa sebuah dapur rumah milik H. Suwardi (66), warga Dusun Krajan RT 03 RW 04, Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Rabu (12/6/2024) malam.

Awal mula kebakaran terjadi sekira pukul 18.20 WIB. Penyebabnya diduga berawal dari salah satu penghuni rumah yang membakar sampah di area belakang rumah, tanpa diketahui ternyata apinya menjalar sampai ke dapur rumah.

Hal itu sesuai penjelasan Kapolsek Purwoharjo, Iptu Edy Wahono kepada Blok-a.com. Bahwa kebakaran diduga disebabkan karena kelalaian membakar tumpukan sampah yang letaknya berdekatan dengan dapur rumah korban.

“Menurut keterangan saksi dan anak korban yang bernama Febriana Ayu alias Puput (30), yang berstatus sebagai guru. Awalnya sekira jam 17.00 WIB, dia bersih-bersih di bagian belakang rumah,” terang Iptu Edy Wahono.

Usai membakar tumpukan sampah, lalu Puput meninggalkannya begitu saja. Ia masuk ke dalam rumah tanpa sebelumnya mematikan api terlebih dahulu.

“Sehingga, sekira pukul 18.20 WIB, ternyata api membesar dan menjalar ke dapur rumah orang tuanya,” ungkapnya.

Ketika melihat api yang semakin membesar, Puput meminta bantuan tetangga sekitar untuk memadamkan api dengan alat seadanya, serta menghubungi perangkat desa setempat.

Mengetahui hal tersebut,  Waluyo, Kepala Dusun setempat menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) pada Pukul 19.30 Wib. 2 Unit mobil Damkar pun dikerahkan, dari unit Srono dan unit Jajag. Mereka tiba di TKP dan langsung berusaha melakukan pemadaman api,

Butuh waktu sekitar 2 jam api untuk memadamkan api. Sekitar pukul 20.25 WIB, kobaran api akhirnya dapat dipadamkan secara total.

“Akibat kebakaran tersebut tidak sampai terjadi korban jiwa. Hanya saja H. Suwardi atau korban, ditafsir mengalami kerugian hingga Rp 10 juta,” pungkas Iptu Edy Wahono. (kur/gni).

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?