Bayuwangi, blok-a.com – Seorang nelayan asal Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi dilaporkan hilang saat melaut di perairan Trianggulasi, masuk wilayah Taman Nasional (TN) Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, Selasa (28/5/2024) sore.
Kepala Pos Basarnas Banyuwangi, Wahyu Setia Budi menjelaskan, hingga kini korban belum kunjung ditemukan.
“Dari laporan yang diterima Basarnas Banyuwangi, sebelum insiden laka laut terjadi, awalnya saksi dan korban pada hari Selasa (28/5/2024) sekitar pukul 15.00 WIB, pergi melaut di pantai G-Land, Alas Purwo,” kata Wahyu Setia Budi, Rabu (29/5/2024).
Saat pergi melaut, keduanya menggunakan perahu masing-masing.
Korban berangkat menggunakan perahu berwarna biru, kombinasi hijau dan merah. Di lambung perahu diberi nama Sempoerna.
“Menjelang malam, saat itu saksi melihat Sugiono mendahului mengangkat jangkar perahu Speed miliknya lalu kembali ke darat untuk pulang,” paparnya
Tetapi setelah saksi tiba di rumahnya, ternyata korban belum datang. Selanjutnya pihak keluarga dibantu warga sekitar ikut melakukan pencarian, tetapi tidak membuahkan hasil.
Pasca insiden laka laut, Pos Kamladu Grajagan mendapatkan informasi adanya penemuan serpihan perahu di pesisir pantai Trianggulasi, Alas Purwo.
“Dari hasil pengecekan yang dilakukan petugas, serpihan perahu yang diduga dinaiki korban lalu dikumpulkan,” ujarnya.
Selanjutnya upaya pencarian korban terus dilanjutkan oleh Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas dan BPBD Banyuwangi, Pos AL Grajagan, kepolisian dan warga sekitar.
Terpisah Kapolsek Tegaldlimo, AKP Ali Arifin saat dikonfirmasi blok-a.com membenarkan perihal penemuan serpihan perahu speed dengan nama Sempoerna di pesisir pantai Trianggulasri masuk kawasan TN Alas Purwo, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo.
“Pertama kali yang menemukan serpihan perahu bernama Muhajir saat melaksanakan patroli di sepanjang pantai di kawasan TN alas Purwo sewaktu di blok Sungklon Ombo kawasan pantai Trianggulasri,” beber AKP Ali Arifin.
Dia mendapati serpihan perahu berada di pinggir pantai dengan ciri-ciri fisik berjenis speed, berwarna putih kombinasi biru dan bertuliskan Sempoerna.
“Kemudian Muhajir mengabarkan penemuan tersebut kepada kelompok nelayan sekitar pesisir, ternyata mereka menerangkan bahwa perahu tersebut bukan milik warga setempat,” pungkas AKP Ali Arifin, Kamis (30/5/2024). (kur/lio)






Media Sosial