Pasutri di Rogojampi Banyuwangi Tertimpa Pohon Tumbang, Suami Tewas

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Blimbingsari bersama tiga pilar Desa Karangbendo dibantu warga saat mengevakuasi korban.(dok. Warga)

Banyuwangi, blok-a.com – Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di Dusun Tegalwero, Desa Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, mengakibatkan 2 pohon Trembesi tumbang, Minggu (12/2/2023) pukul 23.30 WIB.

Pohon trembesi di tepi jalan utara SDN 3 Blimbingsari yang tumbang tersebut menimpa sepasang suami istri (pasutri) yang tengah melintas dengan motor Honda Vario nopol DK 6018 OH.

Babinsa Desa Blimbingsari, Serda Hudori mengatakan, pengemudi sepeda motor bernama Supriadi, Warga Dusun Krajan, Desa Rogojampi, Kecamatan Rogojampi, dilaporkan meninggal di tempat. Sementara istrinya yang dibonceng bernama Anis mengalami luka kaki.

“Dari keterangan beberapa warga yang rumahnya disekitar lokasi kejadian, pengemudi sepeda motor (Supriadi) tidak bisa menghindar karena pada saat robohnya 2 pohon trembesi di jalan ke 2 orang korban tersebut persis melintas di bawahya,” kata Serda Hudori.

Sekira pukul 24.00 WIB, bersama Babinsa Desa Karangbendo dan Bhabinkamtibmas Desa Blimbingsari dibantu Kepala Desa (Kades) Karangbendo serta Kepala Dusun (Kadus) Tegalwero melakukan pengalihan arus dan pengamanan area dari warga yang mendekat karena ada kabel Telkom dan LPJU tertimpa pohon.

“Pukul 24.15 WIB korban langsung dievakuasi ke Rumah sakit PKU Muhammadiyah. Kemudian pada pukul 24.30 WIB saya bersama Babinsa Desa Karangbendo dan Bhabinkamtibmas desa Blimbingsari dan petugas TRC BPBD Kabupaten Banyuwangi serta dibantu warga memotong pohon tumbang menggunakan mesin senso dan parang,” jelasnya.

Lebih lanjut Serda Hudori menjelaskan, dengan adanya kejadian tersebut pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Blimbingsari dan Pemdes Karangbendo telah berkoordinasi dengan Polsek Rogojampi.

“Pada pukul 24.40 WIB 2 Pohon trembesi yang tumbang dan melintang di bahu jalan dapat diatasi dan aktivitas kendaraan bisa berjalan normal kembali,” pungkasnya. (kur/lio)