Pemdes Genteng Banyuwangi Bawa Surip Pindah dari Kolong Jembatan

Surip saat menerima bantuan dari Pemdes Genteng Kulon, Senin (15/1/2023) (blok-a/kur)
Surip saat menerima bantuan dari Pemdes Genteng Kulon, Senin (15/1/2023) (blok-a/kur)

Banyuwangi, blok-a.com Usai viral kisah Surip (77) yang tinggal sebatang kara di bawah kolong jembatan Kalisetail Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Pemerintah Desa (Pemdes) setempat segera mengambil tindakan.

Pemdes Genteng Kulon bersama Camat Genteng memindahkan Surip ke tempat yang lebih layak, Senin (16/1/2023) pagi.

Rupanya, menurut pengakuan Camat Genteng, Satrio, selama ini Surip sudah diperhatikan dan dipindahkan ke tempat yang lebih layak dari pada di jembatan. Namun Surip masih saja bebal dan memilih tinggal di kolong jembatan di Banyuwangi.

“Hari ini saya bersama Kades Genteng Kulon, kembali memindahkan Pak Surip. Untuk sementara waktu dia ditempatkan di Balai Desa Genteng Kulon. Sebetulnya hal tersebut sudah pernah kita lakukan tapi orang tersebut mbalelo alias karepe dewe (maunya sendiri),” kata Satrio, Senin (16/1/2023) pagi.

Menurut Camat Genteng, Surip ditempatkan di Balai Desa agar Pemdes Genteng Kulon lebih mudah mengawasinya sambil menunggu dibuatkan rumah atau tempat tinggal yang layak.

“Insyaalloh untuk realisasi pembuatan rumah Surip mulai dikerjakan pada bulan April depan, untuk pembuatan rumahnya kita ambil dari dana program BSPS Desa Genteng Kulon, BASNAS, dan Dinas PU,” terangnya.

Keterangan dari Camat Genteng tersebut dibenarkan oleh Kades Genteng Kulon, Supandi. Kepada blok-a.com, ia menjelaskan bahwa pihak Pemdes Genteng Kulon bukan hanya akan membuatkan tempat tinggal yang layak. Tapi mulai bulan Januari ini dia juga akan mendapat dana Bansos.

“Mulai bulan April, Pemdes Genteng Kulon, akan membuatkan rumah Surip disekitar Hotel Ramayana, kebetulan ditempat tersebut ada tanah aset desa yang kosong, selain itu Surip mulai bulan Januari juga akan mendapatkan dana Bansos,” jelas Supandi

Menurutnya, sementara Surip ditempakan di Balai Desa, agar yang bersangkutan tidak kembali ke kolong jembatan dan membuat kontroversi.

“Sengaja yang bersangkutan untuk sementara waktu saya tempatkan di Balai Desa, selama menunggu pembuatan rumahnya, dan saya berharap agar Surip mentaati niat baik Pemdes Genteng Kulon meski dia bukan warga asli Genteng Kulon, hal tersebut dilakukan agar tidak membuat kontroversi,” harapnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya Surip (77) pria uzur asal Dusun Tanjungrejo, Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo memilih hidup sebatang kara di bawah jembatan Kalisetail Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng.

Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai Juru Parkir (Jukir) di depan rumah makan Jamilah mengaku sangat nyaman bermukim di bawah Jembatan Kalisetail.

Sejak 5 tahun lalu, dirinya mulai menetap di kolong jembatan ini. Meski beralaskan kardus dan tikar dirinya merasa nyaman, bisa hidup tentram dan nyaman. Surip pria uzur itu pun sangat berterima kasih sekali kepada Desa Genteng Kulon, yang dulunya dirinya tidak memiliki data identitas, langsung diperhatikan dan buatkan KTP.

“Dulunya, nama saya itu Agus. Namun Sejak bulan November tahun 2022, sesuai dengan identitas saya yang baru nama saya sekarang berganti Surip, warga Dusun Kopen, RT 008 RW 004, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, nama baru tersebut diberi Camat Genteng,” bebernya.

Dibawah kolong jembatan itu, Surip pria uzur itu hidup seorang diri. Padahal, dirinya pernah disewakan satu kamar ditempat kos. Namun, dirinya tidak betah, dan lebih nyaman hidup di bawah kolong jembatan. (kur/lio)