blok-a.com – Gempa Magnitudo 7,8 yang mengguncang Turki Selatan dan Suriah, Senin (6/2/2023), dilaporkan menelan lebih dari 7.800 korban jiwa. Hal itu tercatat usai regu penyelamat menggali reruntuhan gedung-gedung tinggi pada Selasa (7/2/2023).
Gempa susulan yang hampir sama kuatnya, meruntuhkan ribuan bangunan termasuk rumah sakit, sekolah dan blok apartemen, melukai puluhan ribu orang, dan menyebabkan banyak orang kehilangan tempat tinggal di Turki dan Suriah utara.
Jumlah korban tewas dikhawatirkan masih akan terus bertambah. Tim penyelamat harus berkejaran dengan waktu karena di malam hari suhu turun di bawah titik beku.
Melansir Reuters, di Gaziantep, kota di Turki dekat pusat gempa, empat anggota satu keluarga dengan susah payah diselamatkan satu per satu.
Di Suriah barat laut, penduduk menemukan bayi menangis di reruntuhan, tampaknya satu-satunya yang selamat dari keruntuhan bangunan.
Juru bicara UNICEF James Elder mengatakan kepada wartawan di Jenewa bahwa gempa ini mungkin telah menewaskan ribuan anak.
Gempa ini pun diperkirakan menjadi salah satu bencana paling mematikan yang melanda Turki sejak 1999.
Artikel Terkait: Gempa M 7,8 Guncang Turki, Gedung-gedung Tinggi Runtuh
Gempa 7,8 Turki mengguncang hingga 100 kilometer dari garis patahan, menyebabkan kerusakan serius pada bangunan-bangunan di sekitar patahan.
“Dari gempa-gempa paling mematikan pada tahun-tahun tertentu, hanya dua di antaranya yang berkekuatan sama dalam 10 tahun terakhir, lalu empat gempa bumi pada 10 tahun sebelumnya lagi,” kata Kepala Institut pengurangan Risiko dan Bencana di University College London Profesor Joanna Faure Walker.
Presiden Turki Tayyip Erdogan telah mengumumkan keadaan darurat di 10 provinsi selama tiga bulan.
Pemerintah akan membuka hotel di pusat pariwisata Antalya untuk sementara menampung orang-orang yang terkena dampak gempa, kata Erdogan.
Korban tewas di Turki naik menjadi 5.894, kata Wakil Presiden Fuat Oktay. Lebih dari 34.000 terluka.
Di Suriah, jumlah korban setidaknya 1.932, menurut pemerintah dan layanan penyelamatan di barat laut yang dikuasai pemberontak.
Otoritas Turki mengatakan sekitar 13,5 juta orang terkena dampak di wilayah yang membentang sekitar 450 km (280 mil) dari Adana di barat hingga Diyarbakir di timur, dan 300 km dari Malatya di utara hingga Hatay di selatan.
Otoritas Suriah telah melaporkan kematian sejauh selatan Hama, sekitar 250 km dari pusat gempa.
“Sekarang berpacu dengan waktu. Setiap menit, setiap jam berlalu, peluang untuk menemukan orang yang selamat semakin berkurang,” kata Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa.
Lebih dari 12.000 personel pencarian dan penyelamatan Turki bekerja di daerah yang terkena dampak, bersama dengan 9.000 tentara. Lebih dari 70 negara menawarkan tim penyelamat dan bantuan lainnya.
Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat Turki mengatakan 5.775 bangunan telah hancur akibat gempa tersebut dan 20.426 orang terluka.
Dua tim Badan Pembangunan Internasional AS dengan masing-masing 80 orang dan 12 anjing akan tiba Rabu pagi di Turki dan menuju ke provinsi tenggara Adiyaman untuk fokus pada pencarian dan penyelamatan perkotaan.(lio)






Media Sosial