Pasar Ramadan Dipindah ke Halaman Gedung Wanita Banyuwangi, Pedagang Mengeluh Sepi

Tangkapan layar video para pelaku UMKM yang mengeluhkan dagangannya sepi setelah dipindah ke area Gedung Wanita Banyuwangi.
Tangkapan layar video para pelaku UMKM yang mengeluhkan dagangannya sepi setelah dipindah ke area Gedung Wanita Banyuwangi.

Banyuwangi, blok-a.com – Viral di media sosial, video keluh kesah para pelaku UMKM yang berjualan di halaman Gedung Wanita Banyuwangi, lokasi baru Pasar Ramadan bertajuk ‘Ngerandu Buko’ yang diselenggarakan Pemkab Banyuwangi.

Mereka mengeluh lantaran setelah lokasi jualan dipindah dari Taman Blambangan, kini semakin sepi pembeli.

“Gak payu pak, segone petang bungkus tok sing payu (Gak laku pak, nasinya hanya empat bungkus saja yang laku),” ungkap salah satu emak-amak dalam vidio yang diunggah pada Jumat (15/3/2024) tersebut.

Hal senada juga disampaikan salah seorang pria yang diduga menjadi koordinator penampung keluh kesah aspirasi pelaku UMKM.

“Nasibe piye barang mateng iki bos, nasibe rakyat kecil kok digae dulinan ngene, wes dipindah manut, yok opo iki kelanjutane (Nasibnya bagaimana ini, nasibnya rakyat kecil kok dibuat mainan, disuruh pindah sudah nurut, bagaimana kelanjutanya),” suara pria tersebut sambil memvidiokan kondisi pelaku UMKM di sekitarnya.

“Bapak nduwuran (pemerintah) monggo diperhatikan ini nasibnya orang-orang. Wes manut ini disuruh pindah, pindah. Tapi keadaannya begini ini,” kata salah satu pedagang UMKM lainya lagi.

Sebelumnya, Pemkab Banyuwangi mengadakan Pasar Ramadan bertajuk Festival Ngerandu Buko di wilayah kota ada dua lokasi, yaitu di Jalan Letjen Sutoyo dan di Taman Blambangan.

Dari informasi yang diperoleh blok-a.com, diduga karena alasan Adipura atau tata ruang kota terkait kebersihan, para pelapak UMKM di Taman Blambangan dipindah ke halaman Gedung Wanita.

Awalnya mereka menolak, lantaran di Taman Blambangan saja sudah sepi apalagi dipindah di Gedung Wanita Banyuwangi yang tempatnya dinilai kurang strategis. Namun akhirnya para pedagang mengikuti imbauan instansi terkait, dan berujung pada semakin sepinya dagangan.(kur/lio)