Waspada Penyakit Jantung Koroner, Jangan Ragu Konsultasi ke RSUD Genteng Banyuwangi

Dokter spesialis jantung RSUD Genteng, dr.Hidayanto Perdana Sp.JP saat melakukan pemantauan kesehatan jantung dengan alat EKG, Rabu (8/1/2025).(dok. Humas RSUD Genteng untuk blok-a.com)

Banyuwangi, blok-a.com – Penyakit jantung koroner (PJK) masih menjadi momok bagi masyarakat. Dikenal dengan berbagai istilah seperti “angin duduk”, “serangan jantung”, atau “jantung lemah”. Namun, secara medis, kondisi ini dikenal dengan istilah angina pectoris.

PJK terjadi akibat penyempitan pembuluh darah koroner yang bertugas mengalirkan darah kaya oksigen ke otot jantung.

Penyempitan ini menghambat suplai oksigen, sehingga jantung tidak dapat memompa darah secara maksimal. Akibatnya, penderita merasakan keluhan seperti nyeri dada dan sesak napas yang dikenal sebagai serangan jantung.

Dokter spesialis jantung RSUD Genteng, dr. Hidayanto Perdana, Sp.JP, menjelaskan bahwa penyakit jantung koroner termasuk kondisi kronis yang disebabkan tumpukan plak atherom dalam pembuluh darah. Penumpukan ini bisa berujung pada penyumbatan aliran darah secara tiba-tiba, sehingga menimbulkan nyeri dan sesak.

“Penumpukan plak koroner dapat dihambat dengan obat penurun kolesterol dan pola diet yang tepat,” jelas dr. Hidayanto, Selasa (7/1/2025).

Ia menambahkan, kolesterol jahat atau Low Density Lipoprotein (LDL) sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel, hormon, asam empedu, produksi vitamin D, hingga melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Namun, kadar berlebihan dapat membahayakan kesehatan jantung.

“Tidak semua lemak harus dihindari, lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda sebaiknya dikonsumsi dengan jumlah yang cukup,” ujarnya.

dr. Hidayanto menambahkan, diet untuk menurunkan kolesterol, terutama menurunkan asupan gula dan karbohidrat. Nasi, minuman manis serta roti dan makanan lainya jika dikonsumsi melebihi dari kebutuhan akan menjadi lemak dan kolesterol.

“Gorengan selain mengandung lemak, kalorinya juga tinggi,” tambahnya.

Ia menyarankan agar masyarakat mengonsumsi makanan tinggi serat seperti buah dan sayur untuk membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL). Selain itu, aktivitas fisik yang teratur juga penting untuk menjaga kesehatan jantung.

“Aktivitas fisik yang teratur dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL),” ungkap dr. Hidayanto.

Sebelum mengubah pola makan, dr. Hidayanto menyarankan masyarakat untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan atau ahli gizi. Hal ini bertujuan untuk merancang pola makan yang sesuai dengan kebutuhan spesifik setiap individu.

“Dengan mengevaluasi pola makan dan merancang rencana makan yang sesuai kebutuhan, sangat mendukung dalam mencapai tujuan penurunan kolesterol,” jelasnya.

dr. Hidayanto mengimbau masyarakat yang ingin memeriksakan kesehatan jantungnya agar datang ke Poli Jantung RSUD Genteng.

“Bagi yang ingin konsultasi dan cek kesehatan jantung, ayo datang ke poli jantung RSUD Genteng,” pungkasnya.(kur/lio)