Banyuwangi Diterpa Bediding, Udara Lebih Dingin saat Malam Sampai Pagi 

Ilustrasi awan dingin di Banyuwangi.(Foto: expedia.co/Marco Hidayat)
Ilustrasi awan dingin di Banyuwangi.(Foto: expedia.co/Marco Hidayat)

Banyuwangi, blok-a.com – Pasca diguyur hujan beberapa waktu lalu, saat ini Kabupaten Banyuwangi beralih ke musim bediding.

Data yang diperoleh blok-a.com dari beberapa sumber, bediding adalah adalah istilah untuk menyebut perubahan suhu yang mencolok khususnya di awal musim kemarau.

Suhu udara menjadi sangat dingin menjelang malam hingga pagi. Sementara di siang hari suhu melonjak hingga panas menyengat.

Perubahan suhu yang demikian terjadi selama tiga hingga empat bulan dan selalu pada pertengahan tahun antara bulan Juni sampai Agustus.

Bediding juga dikenal sebagai musim peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Sementara itu, Prakirawan BMKG kelas 3 Banyuwangi, Yustoto menjelaskan, fenomena terjadi karena di Benua Australia saat ini berada dalam periode musim dingin.

“Awalnya terjadi tekanan udara tinggi di Australia, sehingga menyebabkan pergerakan massa udara melintasi Indonesia,” terang Yustoto, Rabu (19/6/2024).

Menurutnya, perbedaan tekanan udara antara selatan dan utara khatulistiwa, berakibat pada perubahan suhu menjadi lebih dingin di beberapa wilayah yang ada di Indonesia.

Sementara, pada siang hari tejadi panas begitu terik dikarenakan kurang tertutup awan.

“Panas terik matahari tersebut yang selanjutnya diserap oleb bumi, lalu dipantulkan lagi pada malam hari,” urainya.

Kemudian, panas yang diserap air akan terjebak atau tidak bisa dipantulkan lagi.

“Akibat perubahan suhu ekstrem inilah, orang menjadi menggigil kedinginan,” pungkas Yustoto. (kur/lio)