Ganggu Kebersihan dan Kenyamanan Pedagang, TPS Pasda Muncar Banyuwangi Ditutup

Tumpukan sampah di TPS area Pasar Tradisional/Pasar Daerah (Pasda) Muncar.(blok-a.com/Kuryanto)
Tumpukan sampah di TPS area Pasar Tradisional/Pasar Daerah (Pasda) Muncar sebelum ditutup.(blok-a.com/Kuryanto)

Banyuwangi, blok-a.com – Tempat penampungan sampah sementara (TPS) di area Pasar Tradisional/Pasar Daerah (Pasda) Muncar, Banyuwangi, akhirnya ditutup pada Rabu (17/4/2024) lalu.

Penutupan tersebut bertabur apresiasi dari pedagang dan warga sekitar.

Khususnya kepada Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro, dan Perdagangan, RR. Nanin Oktaviantie, serta beberapa unsur terkait yang telah membantu terlaksanakanya penutupan TPS tersebut.

Lantaran, selama ini keberadaan TPS Muncar banyak dikeluhkan pedagang dan warga sekitar.

Koordinator Pasda Muncar menjelaskan, TPS di area Pasda Muncar tersebut sebetulnya awalnya hanya diperuntukkan bagi seluruh pedagang yang berjualan di Pasda Muncar.

Namun, selama bertahun-tahun mulai beralih fungsi. Sebagian warga dari beberapa Dusun dan Desa yang ada di Kecamatan Muncar menjadikanya TPS umum.

“Sehingga jika pada pagi hari sebelum petugas DLH datang untuk mengambil sampah, tumpukan sampah yang menggunung dan meluber ke bahu jalan desa menimbulkan bau anyir yang menyengat. Menyebabkan lingkungan kurang sehat dan mengangggu aktifitas para pedagang,” kata Mukhlisin, saat ditemui blok-a.com, Senin (6/5/2024).

Lebih lanjut Mukhlisin menjelaskan, sampah yang dihasilkan seluruh pedagang yang berjualan di Pasda Muncar dalam sehari sebenarnya paling banyak hanya 4 kompaktor dan 2 tong sampah.

“Kompaktor adalah bak sampah sistem buka tutup yang terbuat dari bahan mika berukuran 1,5 meter x 1 meter, sedang tong sampah plastik berukuran tinggi 1 meter dengan diameter 40 cm,” terangnya.

“Tapi sayangnya, selama ini dengan diberikan kesempatan membantu menampung sampah warga, pada saat sampah terjadi overload di hari Lebaran tempo hari. Tidak ada satupun baik dari warga maupun pihak Pemerintah Desa dan Kecamatan yang ikut bertanggung jawab, sehingga diambil tindakan tegas,” imbuhnya.

Pasca ditutupnya TPS, untuk mengantipasi terjadinya pembuangan sampah dari warga, selanjutnya Mukhlisin bersama stafnya bersinergi bersama paguyuban dan pedagang mengalihkan kompaktor dan tong sampah di di dalam area pasar.

“Kemudian, untuk memudahkan petugas armada DLH mengangkut sampah, kami bersama beberapa anggota paguyuban dan pedagang pasar setiap hari bergotong-royong mendorong kompaktor dan tong sampah tersebut ke pinggir jalan,” ujar Mukhlisin.

Selain itu, untuk mengantisapi agar bekas TPS aman dari pembuangan sampah liar warga, ketua paguyuban Pasda Muncar, H. M. Husen Bawafi membantu mengawasi dengan mendirikan pos pantau di tempat tersebut.

“Kami mewakili seluruh pedagang dan warga sekitar mengucapkan terimakasih dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bu Nanin Oktavianti dan beberapa unsur terkait, yang telah membantu terlaksananya penutupan TPS Pasda Muncar,” pungkas Mukhlisin.

Dari pantauan blok-a.com, pasca dilakukan penutupan, aktivitas para pedagang yang sebelumnya menggelar barang daganganya di area dekat TPS, saat ini menjadi lebih tertata dan terbuka. Selain itu, lalu lintas kendaraan juga menjadi lebih normal. (kur/lio)