Banyuwangi, blok-a.com – Komisi III DPRD Banyuwangi melakukan pencermatan terhadap rencana penambahan pagu anggaran sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2026.
Pencermatan dilakukan karena beberapa usulan penambahan belum sejalan dengan target capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menjadi tanggung jawab masing-masing SKPD.
Ketua Komisi III DPRD Banyuwangi, Febri Prima Sanjaya, mengatakan pembahasan perubahan KUA-PPAS 2026 bertujuan menguji kebermanfaatan anggaran dan memastikan plafon yang diajukan tidak melebihi kemampuan belanja daerah.
“Dalam pembahasan ini ada beberapa pos anggaran yang kami pertanyakan. Ada SKPD yang mengajukan penambahan, ada juga yang dikurangi. Semua perlu kami cermati satu per satu,” ujar Febri saat dikonfirmasi media, pada Jumat (28/08/2026).
Politikus Partai Nasdem asal Kecamatan Kalibaru itu menegaskan, setiap tambahan alokasi dana harus dibarengi dengan output dan outcome yang jelas, serta berdampak langsung pada pelayanan publik.
“Pergeseran atau penambahan dana kami prioritaskan untuk kegiatan mendesak, penanganan darurat, atau program strategis kepala daerah yang belum masuk di anggaran induk,” jelasnya.
Beberapa SKPD yang mengajukan penambahan anggaran antara lain:
- Dinas Lingkungan Hidup dan UPT Persampahan: naik 6,30 persen dari pagu awal Rp52,7 miliar
- Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan: naik 19,09 persen dari pagu Rp19,1 miliar
- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata: naik 19,18 persen dari pagu Rp7,4 miliar
- Badan Pendapatan Daerah Bapenda: naik 1,70 persen dari pagu Rp20,5 miliar
Febri menyebut, sebagian besar usulan tambahan itu dialokasikan untuk kebutuhan operasional dan penyesuaian harga. Karena itu Komisi III meminta evaluasi ketat agar tidak menggerus porsi belanja untuk publik.
Selain mencermati usulan tambahan, Komisi III juga menyisir SKPD dengan realisasi anggaran yang belum optimal.
“Masih ada SKPD yang menumpuk program di triwulan keempat atau akhir tahun. Akibatnya penyerapan di semester awal terlihat sangat kecil,” pungkas Febri. (kur)






Media Sosial