Sasaran KPM Jatim 2023 Diperluas, Capai 55.000 Keluarga

Keakraban Gubernur Khofifah dengan pendamping PKH yang setia mengiringi Khofifah empat tahun masa jabatan saat ini. (Pemprov Jatim)

Surabaya, blok-a.com Keluarga penerima manfaat (KPM) yang merupakan sasaran berbagai program pengentasan kemiskinan, diperluas 2023 ini.

Bentuk intervensi Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada masyarakat yang rentan secara ekonomi secara komprehensif melalui program keluarga harapan (PKH) Plus.

PKH Plus adalah program orisinal Pemprov Jatim. Sudah banyak intervensi provinsi terhadap masyarakat.

Awalnya program ini menargetkan 50.000 orang. Namun di 2023, kuota ditambah jadi 55.000.

Per-KPM nantinya akan diberikan tunjangan Rp2 juta untuk satu tahun. Caranya, mereka diberi 4 kali setahun dengan nominal Rp500 ribu per triwulan.

Untuk tepat sasaran pemerintah menggandeng relawan relawan dan pendamping PKH. Tanpa mereka ini, mustahil program bisa tepat sasaran.

Oleh karena itu, digelar capacity building untuk meningkatkan dedikasi dan semangat relawan dan pendamping PKH Plus mendukung program Khofifah.

Forum Peningkatan capacity building sumberdaya manusia PKH Plus itu pun digelar di Bumi Surabaya City Resort, Jumat, kemarin.

Perhatian Pemerintah Provinsi kepada pendamping dan relawan PKH Plus, tak diragukan lagi. Apalagi mantan Mensos RI adalah Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Menurut Khofifah, kerja evaluasi dan monitoring dilakukan pendamping sehingga tepat sasaran. Bahkan Khofifah yang dekat dengan mereka perhatiannya sangat luar biasa.

Di sela acara Khofifah memberikan 250 kursi roda kepada 10 perwakilan secara simbolis. Dari sini bukan tidak mungkin rumah mereka yang tak layak huni akan diintervensi.

“Sudah 4 tahun pendamping PKH Plus mengiringi kepemimpinan kita. Saya dan pendamping PKH Plus ini terasa begitu dekat. Baik di hati, di rasa saat jadi Mensos hingga sekarang. Pendamping masih setia menemani kami menjangkau layanan sosial bagi lansia dan warga kurang mampu,” tegas Khofifah.

Untuk itu SDM PKH Plus dan paguyuban sejenis seperti TKSK menjadi bagian dari upaya kita membangun layanan sosial masyarakat lebih merata.

“Merata sangat belum, tapi setidaknya kita sudah berikhtiar. Terimakasih pendamping PKH Plus,” ujarnya.

Khofifah tetap berharap sinergitas dari semua pihak terjaga. Dia juga berharap, pengabdian pendamping PKH akan menjadi ladang amal jariyah.

Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jatim Doktor Alwi mengatakan program PKH Plus merupakan program orisinal Pemprov Jatim.

“Intervensi sosial sudah banyak, kualitas pendamping juga jadi perhatian Gubernur,” ujarnya.(kim/lio)