Lakalantas Truk Fuso vs Motor di Wongsorejo Banyuwangi, Dua Orang Meninggal Dunia

Piket lantas Polresta Banyuwangi saat lakukan olah TKP lakalantas truk Fuso kontra motor Honda Beat, di Kecamatan Wonsorejo, yang mengakibatkan dua korban tewas di tempat, Jum'at (17/4/2026)(dok Satlantas Polresta Banyuwangi)
Piket lantas Polresta Banyuwangi saat lakukan olah TKP lakalantas truk Fuso kontra motor Honda Beat, di Kecamatan Wonsorejo, yang mengakibatkan dua korban tewas di tempat, Jum'at (17/4/2026) (foto: dok Satlantas Polresta Banyuwangi)

Banyuwangi, Blok-a.com – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk Mitsubishi Fuso nopol W-8901-UW, kontra sepeda motor Honda Beat nopol P-5249-RM, telah terjadi di Jalan Raya Banyuwangi–Situbondo, pada Jum’at sore (17/4/2026) kemarin.

Insiden yang terjadi tepat di depan toko Listrik Al-Barokah, wilayah Dusun Krajan 2, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi tersebut, mengakibatkan pengendara dan penumpang motor tewas di tempat lantaran terlindas ban kiri belakang truk.

Kanit Gakum Satlantas Polresta Banyuwangi, Ipda Tri Pepri Alfian, pada saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa kecelakaan truk kontra motor terjadi sekitar pukul 15.10 WIB.

Menurut keterangan saksi, awalnya truk Mitsubishi Fuso bermuatan batu bara, yang dikemudikan oleh HA (45) warga Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur melaju dari arah utara ke selatan.

“Sementara itu, dari arah yang sama, tepat di belakang truk juga melaju Honda Beat yang dikendarai AMP (21) warga Kecamatan Kalipuro, yang berboncengan dengan IN (76) warga Kecamatan Wongsorejo,” ungkapnya kepada Blok-a.com, Sabtu (18/4/2026).

Pada saat kedua kendaraan tiba di lokasi kejadian, sambung Ipda Pepri, sepeda motor Honda Beat mendahului truk dari arah kiri.

“Namun setelah mendahului, kendaraan berada pada area blind spot depan kiri truk, sehingga tertabrak bamper depan bagian kiri yang mengakibatkan pengendara dan penumpang motor terjatuh dan terlindas ban kiri belakang truk,” bebernya.

Kecelakaan maut tersebut mengakibatkan AMP mengalami luka robek di kepala dan perut sebelah kanan. Sedangkan IN mengalami luka di kedua kakinya, serta patah pada tulang rusuk kanannya.

“Sehingga kedua korban mengalami luka berat dan meninggal dunia di TKP,” imbuhnya.

Atas peristiwa tersebut, polisi tak henti-hentinya mengimbau seluruh pengguna jalan agar tidak mendahului kendaraan lain dari sisi kiri.

“Bahaya blind spot, mendahului dari kiri sangat berisiko. Karena pengemudi kendaraan besar seperti truk dan bus memiliki titik buta di sisi depan kiri dan samping kiri. Pengendara motor sering tidak terlihat dari posisi tersebut,” tutup Ipda Pepri. (kur/ova)