Banyuwangi, Blok-a.com – Kurangnya infrastruktur talang dan drainase yang memadai, Pasar Daerah Genteng II, Banyuwangi, berubah menjadi “wisata alam air terjun dan kolam” saat diguyur hujan deras. Kondisi ini dikeluhkan pedagang dan pembeli, lantaran mengganggu aktivitas.
Genangan air terjadi di sejumlah titik, terutama di lorong lapak sayur, ikan, dan sembako tempat para pedagang yang berjualan di area Los pasar.
“Ketinggian air mencapai mata kaki orang dewasa. Kami terpaksa meninggikan barang dagangan alat seadanya dan menampung guyuran air dari talang rusak dengan ember dan timba bekas agar barang dagangan kami tidak terendam,” ujar salah satu pedagang dengan wajah kusam, Selasa (26/5/2026).
Keluhan yang sama juga disampaikan oleh pedagang lainya. Menurutnya, pasar berubah menjadi “wisata air terjun dan kolam” sudah menjadi persoalan lama serta sudah menjadi tradisi di setiap musim hujan.
Lantaran, lanjutnya lagi, talang air banyak yang rusak sehinga tidak mampu menampung debit air. Sementara saluran drainase juga tersumbat oleh sampah karena tidak pernah dilakukan kerjabakti kebersihan oleh pengelola pasar. Akibatnya air hujan menggenangi cukup lama.
“Kalau hujan deras pasti banjir karena talang bocor dan jebol dimana-mana. Mirisnya lagi, selokanya juga tidak pernah dibersihkan oleh pengelola pasar, akhirnya airnya mampet,” keluh pedagang lainya.
Dari pantauan blok-a.com, pembeli juga mengeluhkan kondisi jalan lorong yang becek dan licin. Selain menghambat jual beli, genangan menimbulkan bau tak sedap dan dikhawatirkan menjadi sarang penyakit.
Para pedagang berharap, pemerintah daerah segera melakukan perbaikan talang. Selain itu petugas pasar juga melakukan perbaikan sistem drainase dan normalisasi saluran air. Penambahan talang, serta perbaikan lantai pasar dinilai mendesak agar aktivitas ekonomi tetap berjalan meski hujan deras. (kur/ova)






Media Sosial